-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Jangan Lagi Gantung Helm di Spion Motor, Ini 3 Risiko yang Jarang Disadari

Februari 11, 2026 Last Updated 2026-02-11T07:47:54Z



Kebiasaan menggantung helm di spion motor sudah menjadi hal lumrah bagi banyak pengendara. Alasannya sederhana: praktis dan cepat saat parkir. Namun di balik kemudahan tersebut, ada sejumlah risiko yang bisa merugikan, baik dari sisi keselamatan maupun finansial.


Helm adalah perlengkapan keselamatan utama saat berkendara. Kerusakan kecil yang terjadi secara berulang bisa menurunkan fungsi perlindungannya tanpa disadari. Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan.


1. Merusak Struktur Busa Pelindung (EPS)


Lapisan Expanded Polystyrene (EPS) atau gabus putih di dalam helm berfungsi menyerap benturan saat terjadi kecelakaan. Saat helm digantung di spion, seluruh bobotnya bertumpu pada satu titik kecil yang keras dan menonjol.


Tekanan berulang dapat membuat busa EPS menjadi cekung atau berubah bentuk secara permanen. Jika sudah mengalami deformasi, kemampuan helm dalam menyerap dan mendistribusikan energi benturan akan menurun drastis. Helm juga bisa terasa lebih longgar dan kurang stabil saat dipakai.


Kerusakan ini sering tidak terlihat dari luar, tetapi sangat berpengaruh terhadap tingkat keamanan.


2. Paparan Cuaca dan Kotoran Lingkungan


Menggantung helm di spion membuat bagian dalam helm lebih mudah terpapar sinar matahari, debu, polusi, dan air hujan. Sinar UV dapat mempercepat pelapukan material dan memudarkan warna interior.


Jika terkena hujan, air yang meresap ke dalam busa sulit dikeringkan sempurna. Kelembapan yang terjebak bisa memicu bau tak sedap, pertumbuhan bakteri, bahkan jamur. Selain itu, helm yang terbuka berisiko kemasukan serangga atau kotoran kecil yang dapat mengganggu kenyamanan saat digunakan kembali.


3. Risiko Pencurian dan Kerusakan Motor


Helm yang digantung di spion sangat mudah menjadi sasaran pencurian. Bahkan jika dikunci pada tali pengait, pencuri tetap bisa memotong tali tersebut dalam waktu singkat.


Selain itu, bobot helm—terutama tipe full face—cukup berat untuk membebani spion. Jika sering dilakukan, baut pengikat spion bisa menjadi longgar dan membuat posisi spion tidak stabil saat digunakan berkendara. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengurangi fungsi visibilitas ke belakang yang penting untuk keselamatan.


Menggantung helm di spion memang praktis, tetapi risikonya jauh lebih besar dibanding manfaatnya. Sebaiknya simpan helm di bagasi motor atau gunakan pengait khusus dengan pengaman tambahan agar tetap aman dan awet.

×