-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sejarah Ka’bah dalam Al-Qur’an: Dibangun Sejak Nabi Adam dan Ditinggikan oleh Nabi Ibrahim

Februari 27, 2026 Last Updated 2026-02-27T06:33:04Z



Ka'bah adalah bangunan suci yang menjadi pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia. Setiap Muslim menghadap ke arahnya saat menunaikan shalat, dan bangunan ini juga menjadi tujuan utama dalam ibadah haji dan umrah. Namun, berdasarkan penjelasan Al-Qur’an dan tafsir para ulama, Ka’bah bukan pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim, melainkan telah ada jauh sebelum beliau.


Ka’bah dalam Al-Qur’an: Rumah Ibadah Pertama


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 96:


“Sesungguhnya rumah (ibadah) yang mula-mula dibangun untuk manusia ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.”


Ayat ini menegaskan bahwa Ka’bah adalah rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia. Frasa “awwal bayt” (rumah pertama) dipahami oleh banyak ulama sebagai penegasan bahwa bangunan Ka’bah telah ada sejak masa sangat awal, bahkan dikaitkan dengan Nabi Adam ‘alaihissalam.


Dalam berbagai kajiannya, Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keberadaan Ka’bah sebelum masa Nabi Ibrahim. Artinya, Nabi Ibrahim bukanlah yang pertama kali mendirikannya.


Nabi Ibrahim dan Ismail Meninggikan Fondasi Ka’bah


Seiring perjalanan waktu, fondasi Ka’bah sempat tertutup atau tidak tampak jelas. Kemudian Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk meninggikan kembali dasar-dasar bangunan tersebut bersama putranya, Nabi Ismail.


Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 127:


“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membangun) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): ‘Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’”


Ayat ini menggunakan kata yarfa’u (meninggikan), yang menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim dan Ismail tidak membangun dari nol, melainkan mengangkat dan memperkokoh kembali fondasi yang telah ada sebelumnya.


Makna Penting Ka’bah dalam Islam


Dari penjelasan Al-Qur’an dan tafsir para ulama, terdapat beberapa makna penting tentang Ka’bah:


Simbol Tauhid

Sejak masa para nabi terdahulu hingga Nabi Muhammad SAW, Ka’bah menjadi pusat ibadah yang menegaskan keesaan Allah.


Arah Kiblat Umat Islam


Ka’bah menjadi titik persatuan umat Islam di seluruh dunia dalam pelaksanaan shalat.


Pusat Ibadah Haji dan Umrah


Ka’bah adalah tujuan utama ibadah haji, mengikuti ajaran dan jejak Nabi Ibrahim.


Tempat yang Diberkahi


Dalam Al-Qur’an disebut sebagai mubarak (penuh keberkahan) dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia.


Kesimpulan


Sejarah Ka’bah menunjukkan bahwa bangunan suci ini bukan sekadar simbol fisik, tetapi juga saksi perjalanan panjang tauhid di muka bumi. Berdasarkan Surah Ali Imran ayat 96 dan Surah Al-Baqarah ayat 127, dapat dipahami bahwa Ka’bah telah ada sejak masa awal manusia dan kemudian dipulihkan kembali oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.


Dengan memahami sejarah ini, umat Islam diharapkan semakin menyadari kedudukan Ka’bah sebagai pusat ibadah yang diberkahi serta simbol persatuan dan ketundukan kepada Allah semata.

×