-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Disorot Pandit Belanda, Maarten Paes Dinilai Jadi Titik Lemah Build-up Ajax

Maret 03, 2026 Last Updated 2026-03-03T02:13:18Z



Penampilan kedua Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam kembali memantik perdebatan. Meski mencatatkan clean sheet saat bertandang ke markas PEC Zwolle pada pekan ke-25 Eredivisie 2025–2026, kiper Timnas Indonesia itu tetap menjadi sasaran kritik tajam.


Dalam laga yang berakhir tanpa kemenangan bagi Ajax tersebut, Paes tampil cukup solid di bawah mistar. Ia melakukan dua penyelamatan krusial dan bahkan mendapat rating 8,3 dari Sofascore. Namun, performa individu itu tidak sepenuhnya memuaskan para pengamat.


Dua pandit sepak bola Belanda, Kenneth Perez dan Marciano Vink, secara terbuka menyoroti kelemahan Paes dalam membangun serangan dari belakang. Mereka menilai akurasi umpannya masih jauh dari standar kiper klub sebesar Ajax.


Perez bahkan menyebut Paes sebagai “pembuat masalah terbesar” di lini belakang karena distribusi bolanya dianggap berkontribusi pada tingginya jumlah kehilangan bola Ajax. Dalam laga tersebut, Ajax tercatat kehilangan bola hingga 157 kali—angka yang menurutnya lebih buruk dibanding sejumlah tim papan bawah.


Ia membandingkannya dengan klub zona degradasi seperti NAC Breda, yang disebut “hanya” kehilangan bola sekitar 140 kali dalam satu pertandingan. Kritik Perez cukup keras, menekankan bahwa sebagai kiper Ajax, Paes harus mampu menjaga kualitas distribusi bola.


Senada dengan Perez, Vink menilai Paes perlu segera beradaptasi dengan tuntutan permainan Ajax yang mengedepankan build-up rapi dari lini belakang. Menurutnya, ekspektasi terhadap penjaga gawang Ajax jauh lebih tinggi dibanding klub lain.


Sebelumnya, kritik juga sempat dilontarkan oleh jurnalis Belanda, Mike Verweij, yang meragukan Paes akan menjadi pilihan utama dalam jangka panjang. Ia bahkan memprediksi Ajax bakal mendatangkan kiper dengan kualitas lebih tinggi setelah musim ini berakhir.


Meski demikian, menilai Paes secara terlalu dini dinilai kurang bijak. Ia baru bergabung dengan Ajax dan sempat mengalami cedera sebelum mendapat kesempatan tampil. Adaptasi dengan gaya bermain serta tekanan besar di klub sebesar Ajax tentu membutuhkan waktu.


Di Indonesia, publik tetap memberikan dukungan penuh kepada penjaga gawang andalan skuad Garuda tersebut. Banyak yang percaya Paes mampu menjawab kritik dengan performa yang lebih konsisten di laga-laga berikutnya.

×