-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kontras di Garasi KTM pada MotoGP Thailand 2026: Pedro Acosta Bersinar, Maverick Vinales Terpuruk

Maret 05, 2026 Last Updated 2026-03-05T00:53:28Z



Seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand menyuguhkan pemandangan yang kontras di garasi KTM. Di satu sisi, nama Pedro Acosta bersinar terang. Di sisi lain, para pembalap KTM lainnya justru kesulitan menemukan performa terbaik mereka di Sirkuit Buriram.


Pembalap muda asal Spanyol itu mencetak sejarah dengan meraih kemenangan perdananya pada balapan Sprint, Sabtu (28/2). Kemenangan tersebut terasa istimewa karena menjadi yang pertama bagi pabrikan KTM sejak 2023.


Tak berhenti di situ, Acosta melanjutkan tren positifnya pada balapan utama, Minggu (1/3), dengan finis di posisi kedua tepat di belakang Marco Bezzecchi dari tim Aprilia. Hasil ini semakin menegaskan potensinya sebagai salah satu kandidat kuat penantang gelar musim ini.


Rekan Setim Tertinggal Jauh


Sayangnya, performa gemilang Acosta tidak diikuti pembalap KTM lainnya. Brad Binder, rekan setimnya di tim pabrikan, hanya mampu finis keenam pada Sprint dan ketujuh di balapan utama. Ia tertinggal sekitar 11,8 detik dari Acosta saat garis finis.


Sementara itu, Enea Bastianini dari tim satelit Tech3 harus puas mengakhiri lomba di posisi ke-12. Performa tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah besar bagi KTM untuk menyamakan daya saing antar pembalapnya.


Maverick Vinales Dilanda Kebingungan


Nasib paling pahit dialami Maverick Vinales. Pembalap senior asal Spanyol itu gagal membawa pulang poin setelah finis di luar posisi sepuluh besar pada balapan utama.


Vinales mengaku kebingungan dengan performa motornya yang dinilai semakin memburuk sepanjang akhir pekan. Ia mengeluhkan hilangnya daya cengkeram pada ban depan, terutama saat motor dalam posisi miring di tikungan. Masalah tersebut membuatnya kesulitan menjaga stabilitas dan beberapa kali melebar meski telah mengerem di titik yang sama.


Menurut Vinales, kendala utama terletak pada ban depan yang tidak “menggigit” aspal secara maksimal. Ironisnya, kelemahan yang ia rasakan justru menjadi kekuatan utama Acosta.


“Saya bisa melihat dengan jelas bahwa dia menghasilkan jauh lebih banyak daya cengkeram di bagian depan,” ujar Vinales. Ia menduga teknik berkendara atau posisi tubuh Acosta memungkinkan ban depan bekerja lebih optimal.


Tantangan Besar untuk KTM


Hasil di Thailand menjadi alarm awal bagi KTM. Meski memiliki motor yang mampu menang di tangan Acosta, fakta bahwa pembalap lain kesulitan memaksimalkannya menunjukkan adanya perbedaan adaptasi dan setelan yang signifikan.


Kini, tanggung jawab besar berada di pundak tim teknis KTM untuk mencari solusi. Mereka dituntut memastikan motor tidak hanya kompetitif bagi satu pembalap, tetapi konsisten dan kompetitif bagi seluruh skuad.


Jika tidak segera dibenahi, ketimpangan performa ini bisa menjadi hambatan serius dalam persaingan panjang musim MotoGP 2026.

×