Timnas Indonesia seolah menemukan sosok yang selama ini dibutuhkan dalam diri Ole Romeny saat membantai Timnas Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0 di ajang FIFA Series 2026.
Meski dimainkan sebagai ujung tombak, Romeny tidak tampil sebagai striker konvensional yang hanya menunggu bola di kotak penalti. Ia justru menunjukkan karakter striker modern dengan mobilitas tinggi dan kecerdasan membaca permainan.
Pemain berkelas Eropa itu kerap turun ke lini tengah untuk menjemput bola, membuka ruang bagi Beckham Putra Nugraha masuk ke area berbahaya. Pergerakan ini terbukti efektif, dengan dua assist yang ia ciptakan untuk gol Beckham.
Tak hanya berkontribusi dalam serangan, Romeny juga aktif melakukan pressing hingga ke sisi sayap. Pergerakannya yang dinamis membuat lini belakang lawan kesulitan menjaga posisi, karena ia terus berpindah dan mencari celah.
Peran Romeny juga membantu keseimbangan tim. Transisi cepat dari menyerang ke bertahan membuat lini tengah yang dikawal Jordi Amat tetap solid sepanjang pertandingan.
Penampilannya semakin lengkap dengan gol yang ia cetak pada menit ke-53, hasil dari ketajamannya membaca situasi di depan gawang.
Jika performa ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Timnas Bulgaria akan kesulitan menghadapi pergerakan liar dan energi tanpa henti dari Ole Romeny pada laga berikutnya.


