Candi Borobudur dikenal sebagai salah satu warisan budaya terbesar di dunia. Namun, di balik kemegahannya, ternyata ada sebuah hipotesis menarik yang sudah lama diperbincangkan: apakah Borobudur dulu berdiri di tengah danau?
Awal Mula Teori Danau Borobudur
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh W.O.J. Nieuwenkamp pada tahun 1933. Dalam tulisannya, ia membayangkan Borobudur seperti bunga teratai yang mengapung di tengah danau—simbol kesucian dalam ajaran Buddha.
Gagasan ini muncul dari pengamatannya terhadap lanskap sekitar Borobudur yang tampak seperti cekungan luas, dikelilingi perbukitan.
Namun, teori tersebut sempat dibantah oleh Theodoor van Erp, yang menilai belum ada bukti ilmiah kuat, terutama dari prasasti atau catatan sejarah.
Dukungan dari Ilmu Geologi
Seiring waktu, beberapa ilmuwan mulai mendukung kemungkinan adanya danau purba di sekitar Borobudur. Salah satunya adalah Reinout Willem van Bemmelen.
Ia menyebut bahwa wilayah Dataran Kedu bagian selatan kemungkinan pernah menjadi danau akibat aktivitas vulkanik, khususnya letusan Gunung Merapi.
Letusan besar sekitar tahun 1006 M diduga menyebabkan longsoran yang membendung aliran sungai, sehingga membentuk genangan air luas seperti danau.
Penelitian lain juga menemukan:
Endapan sedimen danau di sekitar sungai
Polen tumbuhan air seperti teratai (Nymphaea)
Bukti geomorfologi dari foto udara
Semua ini menguatkan dugaan bahwa kawasan tersebut memang pernah tergenang air.
Apakah Borobudur Dibangun di Tengah Danau?
Meski banyak bukti mendukung adanya danau purba, para ahli sepakat bahwa Borobudur tidak dibangun tepat di tengah danau.
Berdasarkan penelitian, candi ini kemungkinan berdiri di:
Tepi danau purba
Atau tanah yang menjorok ke dalam (tanjung)
Dengan kata lain, saat dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9, danau tersebut sudah mulai mengering.
Fakta Menarik Lainnya
Danau purba di kawasan ini diperkirakan sudah ada sejak sekitar 22.000 tahun lalu
Luasnya tidak sebesar yang dibayangkan, sekitar 1 x 3 km
Nama-nama desa sekitar seperti “Bumisegara” dan “Sabrangrawa” juga mengindikasikan hubungan dengan air
Kesimpulan
Teori bahwa Candi Borobudur berdiri di tengah danau memang menarik, tetapi tidak sepenuhnya benar.
Fakta ilmiah menunjukkan bahwa:
Danau purba memang pernah ada
Namun Borobudur dibangun di tepinya, bukan di tengah
Meski begitu, bayangan Borobudur sebagai “teratai raksasa” di atas air tetap menjadi gambaran yang indah dan penuh makna spiritual.

