Bataranews – Bek kiri Timnas Indonesia, Dean James, akhirnya buka suara terkait skandal paspor yang sempat menjeratnya di kompetisi Eredivisie.
Setelah melalui proses penyelidikan, KNVB memastikan bahwa kasus tersebut telah selesai dan Dean James dinyatakan tidak bersalah serta diperbolehkan kembali bermain.
Dua Pekan Penuh Tekanan
Dean James mengaku mengalami masa sulit selama dua pekan terakhir sejak kasus tersebut mencuat ke publik.
Ia menyebut situasi yang dialaminya terasa sangat aneh, bahkan membuatnya kebingungan menghadapi banyaknya perhatian dari media dan publik.
“Semuanya berjalan baik sekarang. Saya senang bisa bermain lagi,” ujar James.
Sempat Diskors dan Latihan Sendiri
Situasi semakin berat ketika ia harus menerima sanksi skorsing sementara. Ia bahkan harus menjalani latihan secara mandiri tanpa bergabung dengan tim.
Pengalaman tersebut ia ibaratkan seperti masa pandemi, di mana aktivitas menjadi terbatas dan penuh ketidakpastian.
Awal Mula Kasus dari Aduan Klub
Kasus ini bermula saat NAC Breda mengajukan pengaduan terkait status administrasi Dean James.
Ia mengaku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga akhirnya dipanggil oleh direktur teknik klubnya, Go Ahead Eagles.
“Saya tiba-tiba melihatnya di media juga. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi,” ungkapnya.
Sempat Menghilang dan Matikan Ponsel
Tekanan yang datang bertubi-tubi membuat Dean James mengambil langkah ekstrem dengan mematikan ponselnya selama beberapa hari.
Ia mengaku kondisi tersebut hampir membuatnya kehilangan kendali.
“Jika terus membaca berita itu, Anda bisa menjadi gila,” katanya.
Kini Fokus Kembali ke Lapangan
Setelah didampingi pengacara, agen, dan klub, Dean James akhirnya bisa kembali berlatih dan bermain.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus membela Timnas Indonesia dan berharap polemik ini segera berakhir.
Kesimpulan
Kasus yang menimpa Dean James menjadi pengingat bahwa tekanan di dunia sepak bola profesional tidak hanya datang dari lapangan, tetapi juga dari persoalan administratif dan sorotan publik.
Kini, setelah dinyatakan bebas, fokus sang pemain kembali pada performa dan kontribusinya untuk tim.

