Di tengah simpati publik Indonesia terhadap Iran dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel, Duta Besar Uni Emirat Arab memberikan pandangan berbeda terkait situasi di lapangan.
Dubes H.E. Abdulla Salem AlDhaheri menegaskan bahwa realitas konflik tidak sepenuhnya sesuai dengan persepsi publik. Ia menyebut sebagian besar serangan Iran justru diarahkan ke negara-negara Teluk (GCC), bukan langsung ke Israel.
Menurut data yang disampaikan, lebih dari 80 persen serangan Iran selama konflik menyasar negara-negara kawasan Teluk, sementara hanya sekitar 15 persen yang ditujukan ke Israel. Negara-negara GCC yang terdampak termasuk Uni Emirat Arab dan Yordania.
Dubes juga menyatakan bahwa pihaknya bersama mitra regional telah berhasil mencegat ratusan rudal dan ribuan drone yang diluncurkan Iran. Hingga 7 April 2026, sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab dilaporkan berhasil menangkal:
520 rudal balistik
26 rudal jelajah
2.221 drone
Meski banyak serangan berhasil digagalkan, puing-puing dari pencegatan tersebut tetap jatuh di wilayah sipil dan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan pada infrastruktur penting seperti bandara, pelabuhan, dan fasilitas energi.
Dubes menegaskan bahwa fakta ini menunjukkan serangan Iran tidak terbatas pada target militer. Ia juga membantah klaim Iran yang menyebut serangan hanya diarahkan ke fasilitas militer.
Menurutnya, situasi ini mencerminkan pergeseran berbahaya dalam konflik, di mana infrastruktur sipil menjadi sasaran, sehingga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi kawasan.
Pernyataan ini menambah kompleksitas persepsi global terhadap konflik Timur Tengah, yang selama ini dipandang berbeda oleh masing-masing pihak.


