-->
×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Eropa Berbalik Arah, Israel Makin Terisolasi di Panggung Global

April 16, 2026 Last Updated 2026-04-16T02:33:10Z



Bataranews – Roma Keputusan pemerintah Italia untuk menghentikan seluruh penjualan senjata ke Israel menjadi sinyal terbaru retaknya hubungan antara Israel dan negara-negara Eropa yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekatnya.


Langkah ini mempertegas meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Israel di kawasan Eropa, terutama sejak konflik di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023.


Eropa Mulai Menjauh dari Israel


Hubungan Israel dengan Eropa yang sebelumnya kuat kini mengalami ketegangan serius. Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dinilai menjadi salah satu faktor pemicu memburuknya relasi tersebut, terutama setelah kebijakan kontroversial terkait reformasi peradilan dan isu aneksasi wilayah Tepi Barat.


Konflik di Gaza memperparah situasi, ditambah dengan ketegangan regional lain seperti serangan ke Lebanon serta sikap Eropa yang tidak sepenuhnya mendukung langkah militer Israel terhadap Iran.


Sejumlah negara Eropa bahkan mulai:


Menangguhkan kerja sama pertahanan

Memberlakukan embargo senjata

Membekukan program kerja sama seperti Horizon Europe


Spanyol dan Prancis Ambil Sikap Tegas


Spanyol menjadi salah satu negara paling vokal dalam mengkritik Israel. Di bawah kepemimpinan Pedro Sánchez, pemerintah Spanyol:


Mengakui negara Palestina

Mengkritik keras operasi militer Israel

Mendorong Uni Eropa menangguhkan perjanjian dengan Israel


Sebagai respons, Israel mengambil langkah balasan diplomatik, termasuk membatasi kerja sama dengan Spanyol.


Sementara itu, Prancis juga mengambil langkah serupa dengan:


Mengakui Palestina

Melarang perusahaan Israel dalam pameran pertahanan

Membatasi akses militer terkait konflik


Israel bahkan menghentikan pengadaan pertahanan dari Prancis dan mengurangi hubungan militer secara signifikan.


Italia Ikut Berbalik Arah


Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni turut mengumumkan bahwa negaranya tidak akan memperpanjang perjanjian pertahanan dengan Israel.


Keputusan ini muncul setelah insiden penembakan peringatan oleh pasukan Israel di dekat konvoi penjaga perdamaian Italia di Lebanon.


Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”.


Jerman dan Hungaria Mulai Goyah


Di Jerman, hubungan dengan Israel yang selama ini kuat kini mulai mengalami tekanan. Ketegangan muncul antara Kanselir Friedrich Merz dan Menteri Israel Bezalel Smotrich terkait isu aneksasi wilayah Tepi Barat.


Sementara itu, perubahan politik di Hongaria juga berdampak besar. Setelah kekalahan Viktor Orbán, pemimpin baru Péter Magyar diperkirakan tidak lagi memberikan dukungan otomatis kepada Israel di Uni Eropa.


Tekanan Publik Eropa Meningkat


Tekanan terhadap Israel juga datang dari masyarakat sipil. Inisiatif warga Uni Eropa yang menyerukan penghentian kerja sama dengan Israel telah mengumpulkan lebih dari satu juta tanda tangan.


Gerakan bertajuk “Keadilan untuk Palestina” ini menuntut Uni Eropa menangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia.


Kesimpulan


Meningkatnya jarak antara Israel dan negara-negara utama Eropa seperti Spanyol, Prancis, Italia, dan Jerman menunjukkan perubahan besar dalam peta geopolitik global.


Jika tren ini terus berlanjut, Israel berpotensi menghadapi isolasi diplomatik yang semakin dalam, terutama karena Eropa selama ini merupakan mitra dagang dan politik yang sangat penting.

×