Pembalap Jorge Martín membuat keputusan berani yang berujung manis pada Sprint Race MotoGP Amerika Serikat 2026. Ia sukses meraih kemenangan setelah memilih strategi berbeda dari mayoritas pembalap lainnya.
Dilansir dari Crash.Net, Martin mengungkapkan bahwa keputusan menggunakan ban belakang medium sepenuhnya datang dari dirinya sendiri, meskipun bertentangan dengan saran tim Aprilia Racing yang lebih memilih ban soft.
Di awal balapan, perbedaan performa antara ban medium dan soft memang tidak terlalu terlihat. Namun, memasuki lap-lap akhir, keunggulan strategi Martin mulai terasa. Ia mampu memangkas selisih waktu secara signifikan dari Francesco Bagnaia yang saat itu memimpin lomba.
Puncaknya terjadi di lap terakhir. Martin melakukan manuver krusial di Tikungan 12 untuk menyalip Bagnaia dan mengamankan kemenangan pertamanya bersama Aprilia.
“Saya sangat senang. Saya tidak pernah membayangkan bisa menang secepat ini setelah awal musim,” ujar Martin. Ia juga mengaku kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih, tetapi tetap mampu tampil maksimal.
Menurutnya, kunci kemenangan terletak pada strategi ban yang tepat. Ban medium justru bekerja semakin optimal seiring berjalannya balapan, berbeda dengan ban soft yang cenderung mengalami penurunan performa lebih cepat.
“Strategi saya sempurna. Semakin lama, ban semakin bagus. Saya tahu ini akan berhasil,” tambahnya.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa keputusan berani dan keyakinan diri bisa menjadi pembeda di lintasan, sekaligus menandai awal manis bagi Martin bersama Aprilia di musim 2026.


