-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kenapa Tubuh Bisa Merinding? Ini Penjelasan Ilmiahnya

April 10, 2026 Last Updated 2026-04-10T02:02:54Z



Saat udara dingin atau ketika merasakan emosi tertentu, tubuh kita sering mengalami sensasi merinding. Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik dan berkaitan dengan sistem pertahanan alami tubuh.


Secara ilmiah, merinding disebut Piloereksi. Proses ini terjadi ketika otot kecil di kulit yang disebut arrector pili berkontraksi, sehingga rambut di permukaan kulit berdiri dan membentuk bintil kecil.


Merinding dipicu oleh Sistem saraf otonom, yaitu bagian dari sistem saraf yang mengatur respons otomatis tubuh, termasuk reaksi “fight or flight”. Saat tubuh mendeteksi dingin, ketakutan, atau emosi kuat, otak mengirim sinyal yang memicu reaksi tersebut.


Awalnya, fungsi merinding berasal dari masa ketika manusia masih memiliki banyak rambut di tubuh. Pada hewan, reaksi ini membantu menjaga suhu tubuh dan membuat mereka tampak lebih besar saat menghadapi ancaman. Pada manusia modern, fungsi tersebut masih ada, meski tidak seefektif dulu.


Menariknya, merinding tidak hanya terjadi karena dingin atau takut. Emosi seperti mendengarkan musik yang menyentuh, pengalaman spiritual, atau rasa kagum juga bisa memicu sensasi ini.


Selain itu, ada istilah Frisson, yaitu sensasi “chills” atau getaran emosional yang sering muncul saat menikmati musik atau momen tertentu. Meski sering terjadi bersamaan, frisson tidak selalu disertai merinding secara fisik.


Kesimpulannya, merinding adalah reaksi alami tubuh yang menunjukkan bahwa otak sedang merespons sesuatu yang dianggap penting—baik itu ancaman, perubahan suhu, maupun emosi yang mendalam.

×