Banyak orang penasaran, bagaimana mungkin sebuah satelit yang beratnya bisa mencapai ribuan ton dapat melayang di luar angkasa tanpa jatuh ke Bumi?
Sekilas terdengar mustahil, namun fenomena ini sepenuhnya bisa dijelaskan lewat ilmu fisika. Satelit tidak melayang begitu saja, melainkan bergerak dengan prinsip keseimbangan antara kecepatan dan gaya gravitasi.
Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Apa Itu Satelit Buatan?
Satelit buatan adalah benda yang dibuat manusia dan diluncurkan ke luar angkasa menggunakan roket untuk mengorbit Bumi.
Ukurannya sangat beragam, mulai dari satelit kecil seukuran kubus hingga satelit komunikasi besar dengan panel surya panjang.
Contoh paling terkenal adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang bahkan bisa dihuni manusia.
Satelit digunakan untuk berbagai keperluan seperti:
Komunikasi
Navigasi (GPS)
Pemantauan cuaca
Penelitian luar angkasa
Satelit pertama di dunia adalah Sputnik 1 yang diluncurkan oleh Uni Soviet pada tahun 1957.
2. Kenapa Satelit Tidak Jatuh ke Bumi?
Kunci utama satelit tetap mengorbit adalah keseimbangan antara dua hal:
Gaya gravitasi Bumi (menarik ke bawah)
Kecepatan satelit (mendorong ke depan)
Secara konsep, satelit sebenarnya terus “jatuh” ke Bumi, tetapi karena kecepatannya sangat tinggi, ia selalu meleset dan terus mengelilingi Bumi.
Untuk memahami konsep ini, perhatikan hubungan gaya gravitasi:
𝐹
=
𝐺
𝑀
𝑚
𝑟
2
F=
r
2
GMm
Rumus ini menunjukkan bahwa gaya gravitasi bergantung pada massa dan jarak. Semakin dekat satelit ke Bumi, semakin kuat tarikannya.
3. Kecepatan Satelit Menentukan Orbit
Kecepatan satelit harus tepat. Jika terlalu lambat, satelit akan jatuh. Jika terlalu cepat, satelit bisa lepas ke luar angkasa.
Berikut jenis orbit berdasarkan ketinggian:
LEO (Low Earth Orbit)
Ketinggian 160–2.000 km, satelit bergerak sangat cepat dan mengorbit sekitar 90 menit sekali.
MEO (Medium Earth Orbit)
Digunakan untuk navigasi seperti GPS.
GEO (Geostationary Orbit)
Ketinggian sekitar 35.786 km, satelit tampak diam dari Bumi karena mengikuti rotasi Bumi.
HEO (Highly Elliptical Orbit)
Orbit lonjong untuk kebutuhan tertentu seperti komunikasi wilayah kutub.
4. Berapa Lama Satelit Bisa Bertahan?
Umur satelit tergantung pada ketinggian orbitnya:
Orbit rendah → lebih cepat jatuh karena gesekan atmosfer
Orbit tinggi → bisa bertahan puluhan tahun
Jika sudah tidak digunakan, satelit biasanya:
Dipindahkan ke “orbit kuburan”
Atau dijatuhkan ke atmosfer untuk terbakar
Kesimpulan
Satelit tidak jatuh ke Bumi karena bergerak sangat cepat dan berada dalam keseimbangan sempurna antara gaya gravitasi dan kecepatan orbit.
Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya hukum fisika dalam teknologi modern, termasuk komunikasi dan navigasi yang kita gunakan setiap hari.

