-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mencekam! Rusia Sebut AS-Israel Siapkan Serangan Darat ke Iran

April 17, 2026 Last Updated 2026-04-17T04:07:23Z



Bataranews – Dewan Keamanan Rusia memperingatkan bahwa Amerika Serikat dan Israel diduga memanfaatkan gencatan senjata sebagai kamuflase untuk mempersiapkan operasi militer terhadap Iran.


Peringatan tersebut muncul menjelang berakhirnya masa gencatan senjata yang dijadwalkan habis pada pekan depan.


Dugaan Strategi di Balik Negosiasi


Dalam pernyataan resminya, Dewan Keamanan Rusia menyebut negosiasi damai yang berlangsung saat ini berpotensi digunakan sebagai taktik untuk mempersiapkan operasi darat.


Mereka juga menyoroti peningkatan signifikan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk penambahan pasukan dan alutsista.


Puluhan Ribu Pasukan Disiagakan


Berdasarkan data yang dirujuk, saat ini terdapat sekitar 50 ribu pasukan AS di kawasan, termasuk:


2.500 marinir dari Korps Ekspedisi ke-11

Lebih dari 1.200 pasukan Divisi Lintas Udara ke-82

Pasukan elite seperti Delta Force dan Ranger


Selain itu, sekitar 500 unit pesawat militer dan lebih dari 20 kapal Angkatan Laut AS juga dilaporkan telah dikerahkan.


Kapal Induk Bergerak ke Wilayah Konflik


Kelompok penyerang amfibi yang dipimpin oleh USS Boxer bersama 2.500 marinir tengah bergerak menuju kawasan konflik.


Sementara itu, kapal induk USS George H.W. Bush juga dilaporkan menuju Laut Arab, dengan perkiraan waktu kedatangan bertepatan dengan berakhirnya masa gencatan senjata.


Gencatan Senjata Terancam Berakhir


Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai “kesepakatan prinsip” untuk memperpanjang gencatan senjata.


Namun, situasi semakin rumit setelah adanya kebijakan blokade maritim oleh Presiden Donald Trump.


Masa gencatan senjata yang berlaku saat ini diketahui akan berakhir pada 22 April 2026.


Pernyataan Trump Picu Spekulasi


Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan tidak mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata.


Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan akan terjadi perkembangan besar dalam waktu dekat, yang semakin memicu spekulasi terkait potensi eskalasi konflik.


Kesimpulan


Peringatan dari Dewan Keamanan Rusia menambah ketegangan situasi di Timur Tengah. Dengan meningkatnya kehadiran militer dan ketidakpastian diplomasi, potensi konflik terbuka antara pihak-pihak terkait masih menjadi perhatian dunia internasional.

×