Inflammatory Bowel Disease atau IBD merupakan kondisi peradangan kronis pada saluran pencernaan, baik usus halus maupun usus besar. Penyakit ini sering kali tidak disadari karena gejalanya mirip gangguan pencernaan biasa.
Salah satu kisah nyata datang dari Steven Tafianoto Wong yang didiagnosis IBD sejak usia 16 tahun, setelah sebelumnya mengalami gejala tanpa diagnosis yang jelas.
🧠 Gejala IBD yang Perlu Diwaspadai
IBD dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti:
Diare berkepanjangan
Nyeri dan kram perut
Penurunan berat badan drastis
Mudah lelah
Demam
BAB berdarah
Karena gejalanya mirip sakit maag atau wasir, banyak orang sering mengabaikannya.
📌 Penyebab dan Faktor Risiko
Menurut Ari Fahrial Syam, IBD terbagi menjadi dua jenis utama:
Ulcerative colitis
Crohn’s disease
Beberapa faktor yang dapat memicu IBD antara lain:
Pola makan tinggi gula, kalori, dan rendah serat
Konsumsi makanan olahan atau junk food
Faktor genetik
Stres
Gangguan mikrobiota usus
Respons imun berlebihan (autoimun lokal)
⚠️ Pentingnya Pemeriksaan Dini
IBD sering terlambat terdiagnosis karena dianggap penyakit ringan. Padahal, jika dibiarkan, penyakit ini bisa menjadi progresif dan berbahaya.
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan:
Pemeriksaan fisik
Tes laboratorium
Kolonoskopi
💊 Pengobatan dan Perubahan Gaya Hidup
Pengobatan IBD tergantung tingkat keparahan:
Ringan → obat oral & pengaturan pola makan
Berat → terapi biologis (injeksi)
Selain pengobatan, perubahan gaya hidup sangat penting:
Mengatur pola makan sehat
Tidur cukup (hindari begadang)
Olahraga ringan
Mengelola stres
🌱 Kisah Pemulihan
Steven mengaku masa pemulihan paling berat terjadi di tahun pertama karena harus mengubah gaya hidup secara total.
Namun kini, kondisinya sudah remisi (terkendali) berkat pengobatan dan disiplin menjaga pola hidup.
📌 Kesimpulan
IBD adalah penyakit serius yang sering tidak disadari. Pola makan buruk dan gaya hidup tidak sehat dapat menjadi pemicu utama.
Mengenali gejala sejak dini dan segera memeriksakan diri ke dokter adalah langkah penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah.
💡 Ingat: Jangan anggap remeh gangguan pencernaan yang berlangsung lama. Bisa jadi itu tanda penyakit serius seperti IBD.


