-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Nekat! Kapal China Tembus Blokade AS di Selat Hormuz

April 15, 2026 Last Updated 2026-04-15T07:30:55Z



Bataranews – Ketegangan global kembali memanas setelah sebuah kapal tanker asal China dilaporkan tetap melintasi Selat Hormuz meski tengah diberlakukan blokade oleh Amerika Serikat, Selasa (14/4/2026).


Peristiwa ini menjadi sorotan dunia karena menunjukkan bahwa jalur energi vital tersebut belum sepenuhnya lumpuh.


Kapal China Tembus Blokade


Kapal tanker bernama Rich Starry disebut sebagai kapal pertama yang berhasil keluar dari Teluk sejak blokade diberlakukan.


Berdasarkan data pelacakan, kapal tersebut membawa sekitar 250.000 barel metanol dan berangkat dari Uni Emirat Arab.


Kapal ini diketahui terkait dengan perusahaan Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd yang sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena aktivitas perdagangan dengan Iran.


Kapal Lain Ikut Mendekat


Selain Rich Starry, kapal tanker lain bernama Murlikishan juga dilaporkan tengah menuju kawasan tersebut.


Kapal ini memiliki riwayat mengangkut minyak dari Rusia dan Iran, dan diperkirakan akan mengisi muatan di Irak dalam waktu dekat.


Blokade Dipicu Konflik AS–Iran


Blokade di Selat Hormuz diberlakukan setelah Presiden Donald Trump mengambil langkah tegas menyusul gagalnya negosiasi dengan Iran.


Perundingan yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan, meski sebelumnya sempat ada harapan gencatan senjata.


Keputusan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Iran, termasuk demonstrasi besar di Teheran.


Selat Hormuz Jadi ‘Zona Mati’


Situasi di lapangan menunjukkan aktivitas pelayaran yang nyaris berhenti. Selat Hormuz yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia kini tampak sepi.


Banyak kapal memilih bertahan dan tidak berani melintas karena risiko tinggi dari konflik militer dan pengawasan ketat.


Harga Minyak Melonjak Tajam


Dampak langsung dari krisis ini terlihat pada lonjakan harga energi global.


Minyak mentah Eropa dan Afrika mendekati 150 dolar AS per barel

Brent naik lebih dari 100 dolar AS

Bahan bakar jet hampir menyentuh 200 dolar AS per barel

Solar di Eropa Barat Laut mencapai sekitar 170 dolar AS per barel


Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sejak krisis energi global sebelumnya.


Kesimpulan


Insiden kapal China yang berhasil menembus blokade menjadi sinyal bahwa situasi di Selat Hormuz masih sangat dinamis.


Di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, dunia kini menghadapi ancaman serius terhadap stabilitas energi global.

×