BATARANEWS – Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang dibangun dari donasi masyarakat Indonesia dilaporkan sudah tidak lagi beroperasi setelah diduga dikuasai oleh Israel Defense Forces (IDF).
Fasilitas kesehatan yang diresmikan pada 2016 tersebut sebelumnya menjadi salah satu pusat layanan medis penting bagi warga di wilayah utara Gaza.
Diduga Digunakan sebagai Markas Militer
Setelah pasukan Israel memasuki area rumah sakit, dokter dan pasien dilaporkan dipaksa keluar dari gedung.
Sejak saat itu, aktivitas medis berhenti total. Bangunan rumah sakit diduga digunakan sebagai pos atau markas militer oleh pasukan Israel, meskipun belum ada konfirmasi resmi terkait fungsi operasionalnya saat ini.
Area Sekitar Jadi Target Serangan
Selain bangunan utama, area di sekitar rumah sakit juga terdampak.
Tenda-tenda pengungsi yang berada di sekitar kompleks dilaporkan menjadi sasaran serangan udara. Kondisi ini memperparah situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Muncul Gambar dari Pihak Israel
Sebuah gambar yang beredar dari pihak Israel memperlihatkan pasukan mereka memasang spanduk di atap rumah sakit.
Gambar tersebut memicu perhatian publik karena menunjukkan perubahan fungsi fasilitas sipil menjadi area yang terkait aktivitas militer.
Kondisi Wilayah Sekitar
Rumah sakit berada di wilayah yang disebut “Garis Kuning”, yang dilaporkan telah mengalami kerusakan parah.
Sebagian besar bangunan pemukiman di area tersebut disebut telah hancur. Di lokasi yang tidak jauh, hanya beberapa ratus meter, terdapat pangkalan militer Israel.
Kesimpulan
Rumah Sakit Indonesia di Gaza kini dilaporkan tidak lagi berfungsi sebagai fasilitas kesehatan setelah diduga dikuasai militer Israel.
Situasi ini menambah daftar panjang dampak konflik terhadap infrastruktur sipil dan layanan kemanusiaan di wilayah Gaza.

