-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tidak Semua Bisa WFH! Ini 9 Pekerjaan yang Tetap Harus ke Kantor

April 23, 2026 Last Updated 2026-04-23T06:11:16Z



Bataranews – Pemerintah mendorong penerapan sistem Work From Home (WFH) sebagai bagian dari penyesuaian pola kerja modern, termasuk bagi aparatur sipil negara (ASN) dan imbauan kepada sektor swasta.


Kebijakan ini diatur dalam Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan, dengan tujuan meningkatkan efisiensi sekaligus fleksibilitas kerja. Namun, tidak semua jenis pekerjaan bisa dijalankan dari rumah.


Menurut pernyataan Airlangga Hartarto, sejumlah sektor tetap wajib bekerja secara langsung karena berkaitan dengan layanan publik dan operasional vital.


1. Sektor Layanan Publik dan Industri Strategis


Pekerjaan di sektor ini tidak bisa digantikan oleh sistem WFH karena membutuhkan kehadiran fisik dan pelayanan langsung kepada masyarakat.


Beberapa di antaranya meliputi:


Kesehatan (tenaga medis, rumah sakit)

Keamanan

Kebersihan

Energi dan utilitas


Selain itu, sektor strategis seperti produksi, logistik, dan distribusi bahan pokok juga tetap harus berjalan normal.


2. Daftar 9 Sektor yang Tidak Bisa WFH


Pemerintah menetapkan 9 sektor utama yang dikecualikan dari kebijakan WFH:


Kesehatan – rumah sakit, klinik, tenaga medis, farmasi

Energi – BBM, gas, listrik

Infrastruktur & layanan publik – jalan tol, air bersih, pengelolaan sampah

Ritel & perdagangan – pasar, bahan pokok, pusat perbelanjaan

Industri & produksi – pabrik dan operasional mesin

Jasa – perhotelan, pariwisata, keamanan

Makanan & minuman – restoran, kafe, usaha kuliner

Transportasi & logistik – angkutan penumpang dan barang

Keuangan – perbankan, asuransi, pasar modal


Sektor-sektor ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.


3. Aturan WFH untuk Swasta Lebih Fleksibel


Berbeda dengan ASN, kebijakan WFH untuk sektor swasta tidak bersifat wajib.


Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa perusahaan diberi kebebasan untuk menyesuaikan sistem kerja sesuai kebutuhan operasional.


Meski pemerintah menyarankan penerapan WFH pada hari Jumat, keputusan akhir tetap berada di masing-masing perusahaan.


Kesimpulan


WFH memang memberikan fleksibilitas, tetapi tidak semua pekerjaan bisa mengadopsinya. Sektor yang berkaitan dengan layanan langsung, produksi, dan kebutuhan vital masyarakat tetap memerlukan kehadiran fisik.


Karena itu, kebijakan WFH diterapkan secara selektif agar keseimbangan antara efisiensi kerja dan pelayanan publik tetap terjaga.