Kabar baik datang dari dunia kesehatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan resmi memperluas izin penggunaan vaksin campak untuk orang dewasa sejak 7 April 2026.
Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa, Sukamto Koesnoe, menilai langkah ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.
Vaksin Dalam Negeri Jadi Andalan
Dengan adanya izin baru ini, vaksin campak produksi Bio Farma kini bisa digunakan untuk orang dewasa berisiko.
Menurut dr. Sukamto:
Vaksin dalam negeri lebih terjangkau
Distribusi bisa lebih luas
Masyarakat punya lebih banyak pilihan vaksin
Sebelumnya, vaksin untuk dewasa memang sudah tersedia, tetapi pilihan produk masih terbatas.
Siapa yang Diprioritaskan?
PAPDI membagi kelompok prioritas vaksin campak dewasa menjadi dua kategori utama:
1. Kelompok Rentan
Penderita penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan autoimun
Pasien HIV
Lansia
Orang dengan daya tahan tubuh lemah
2. Kelompok Berisiko Menularkan
Tenaga kesehatan (dokter, perawat, tenaga medis)
Pendamping lansia atau pasien imun lemah
Tenaga kesehatan bahkan masuk ke dua kategori sekaligus, karena:
Berisiko tertular
Berpotensi menularkan ke pasien
Bukan Hanya Saat Wabah
Selama ini, banyak orang mengira vaksin campak hanya diberikan saat terjadi wabah. Padahal, menurut PAPDI, vaksinasi ini memang direkomendasikan secara rutin, termasuk untuk orang dewasa.
Program imunisasi dewasa bertujuan:
Melanjutkan perlindungan sejak masa anak-anak
Menambah vaksin yang belum didapat sebelumnya
Gaya Hidup Juga Berpengaruh
Selain faktor penyakit, daya tahan tubuh juga bisa menurun karena:
Stres berlebihan
Kurang istirahat
Pola makan tidak sehat
Kebersihan yang kurang terjaga
Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan terkena infeksi, termasuk campak.
Kesimpulan
Perluasan izin vaksin campak untuk dewasa menjadi langkah penting dalam meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.
Dengan hadirnya vaksin dari Bio Farma:
✔ Akses vaksin makin luas
✔ Biaya lebih terjangkau
✔ Perlindungan terhadap kelompok rentan semakin optimal
Kini, masyarakat juga bisa mendapatkan vaksin ini secara mandiri di fasilitas kesehatan, tidak hanya bergantung pada program pemerintah.

