Perjalanan Panjang Hampir Sampai Garis Akhir
Bataranews– Petualang asal Inggris, Karl Bushby, hampir menuntaskan ekspedisi jalan kaki yang ia mulai sejak 1998. Setelah menempuh hampir 27 tahun perjalanan, ia kini hanya menyisakan sekitar 1.500 kilometer sebelum tiba di rumahnya.
Saat ini Bushby berada di Hongaria dan menargetkan bisa tiba di kota asalnya, Hull, pada akhir 2026.
Menempuh Hampir 49.900 Kilometer Tanpa Kendaraan
Bushby memulai perjalanan dari Punta Arenas pada 1 November 1998 saat berusia 29 tahun. Ia menamai misinya sebagai Goliath Expedition, dengan target awal menyelesaikannya dalam 12 tahun.
Namun berbagai hambatan seperti masalah visa, keterbatasan dana, medan ekstrem, hingga pandemi membuat perjalanan itu berlangsung jauh lebih lama.
Selama ekspedisi, ia telah berjalan hampir 49.900 kilometer melewati 25 negara tanpa sekali pun menggunakan kendaraan bermotor.
Lewati Gurun, Hutan hingga Selat Bering
Perjalanan Bushby tidak hanya panjang, tetapi juga ekstrem. Ia menyeberangi es di Selat Bering, melintasi tundra Siberia, gurun, hutan tropis, hingga berenang di beberapa wilayah perairan.
Menariknya, ia menjalani semua itu hanya dengan peralatan sederhana seperti peta kertas, pensil, dan kalkulator, tanpa teknologi navigasi modern.
Belajar dari Dunia dan Kebaikan Manusia
Bushby mengaku perjalanan panjang itu memberinya pelajaran besar tentang kehidupan. Ia bertemu ribuan orang dari berbagai budaya dan menyimpulkan bahwa dunia sebenarnya dipenuhi banyak orang baik.
Menurutnya, bantuan makanan, tempat istirahat, hingga dukungan moral dari orang asing menjadi bukti nyata bahwa kebaikan manusia masih sangat kuat di berbagai penjuru dunia.
Kesimpulan
Ekspedisi Karl Bushby menjadi salah satu perjalanan jalan kaki tanpa kendaraan terpanjang di dunia. Dengan garis akhir yang semakin dekat, kisahnya menjadi inspirasi bahwa impian besar bisa tercapai dengan konsistensi dan langkah kecil yang terus dilakukan setiap hari.


