Prabowo Tanggapi Pelemahan Rupiah
Bataranews– Prabowo Subianto menanggapi kekhawatiran terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang disebut menyentuh Rp17.600.
Dalam sambutannya saat meresmikan Museum Marsinah, Prabowo menilai kondisi ekonomi Indonesia masih stabil meski kurs rupiah menjadi perhatian.
Singgung Warga Desa Tak Gunakan Dolar
Dalam pidatonya, Prabowo menanggapi anggapan bahwa Indonesia berada dalam kondisi sulit akibat pelemahan rupiah. Ia menyebut masyarakat di desa tidak menggunakan dolar dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menekankan bahwa kondisi masyarakat dinilai tetap berjalan normal meskipun nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing mengalami tekanan.
Pangan dan Energi Disebut Tetap Aman
Prabowo juga menegaskan bahwa sektor pangan dan energi nasional masih terkendali. Menurutnya, Indonesia berada dalam kondisi yang lebih baik dibanding sejumlah negara lain yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.
Ia menyebut banyak negara justru mengalami kepanikan akibat kondisi global, sementara Indonesia masih mampu menjaga kebutuhan dasar masyarakat.
Ucapan Jadi Sorotan Publik
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah video sambutannya beredar luas di media sosial. Sejumlah warganet menilai pernyataan itu menarik karena mengaitkan kurs dolar dengan kehidupan masyarakat desa.
Sebagian menilai pelemahan rupiah tetap berdampak tidak langsung pada masyarakat luas, terutama melalui harga barang kebutuhan pokok yang dipengaruhi biaya impor.
Kesimpulan
Prabowo menegaskan pelemahan rupiah bukan ancaman besar bagi stabilitas nasional selama pangan dan energi tetap terjaga. Ucapannya soal warga desa yang tidak memakai dolar pun menjadi perbincangan luas di tengah isu ekonomi nasional.

.webp)
