-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Izwan Mahbud Ingin Bawa Singapura Juara Lagi, Demi Generasi Muda

Agustus 14, 2026 Last Updated 2026-08-14T02:27:31Z

Penjaga gawang veteran Singapura, Izwan Mahbud, punya ambisi besar di Piala AFF 2026. Setelah menunggu 14 tahun sejak terakhir kali Singapura mengangkat trofi, Izwan ingin kembali membawa The Lions menjadi juara.


Singapura memastikan tiket ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Indonesia di Stadion Jalan Besar pada 7 Agustus. Hasil tersebut membuat Singapura finis sebagai runner-up Grup A dan melaju ke empat besar.


Kini, Singapura akan menghadapi Thailand pada semifinal. Leg pertama dijadwalkan berlangsung di Stadion Jalan Besar, Sabtu (15/8/2026) pukul 20.00 WIB.


Bagi Izwan, perjalanan menuju semifinal ini terasa spesial. Ia merupakan salah satu dari sedikit pemain yang masih tersisa dari skuad Singapura ketika terakhir kali menjadi juara pada 2012. Kapten Hariss Harun juga menjadi bagian dari generasi tersebut.


Izwan dan Kenangan Manis Piala AFF 2012


Pada Piala AFF 2012, Izwan masih berusia 22 tahun ketika mendapat kesempatan menjadi kiper utama Singapura. Ia dipercaya mengisi posisi penjaga gawang setelah Hassan Sunny harus absen akibat cedera panjang.


Kesempatan tersebut dimanfaatkan Izwan dengan maksimal. Singapura akhirnya keluar sebagai juara setelah menundukkan Thailand dengan agregat 3-2 di final.


The Lions menang 3-1 pada leg pertama di Stadion Jalan Besar. Thailand kemudian membalas dengan kemenangan 1-0 di Bangkok, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keunggulan Singapura.


Gelar tersebut menjadi trofi keempat Singapura di turnamen antarnegara Asia Tenggara. Namun, setelah itu, The Lions belum mampu kembali mencapai final hingga edisi 2026.


Catatan tersebut membuat keberhasilan Singapura menembus semifinal tahun ini terasa semakin berarti. Tim yang sempat tidak banyak diunggulkan justru mampu melewati fase grup dan menyingkirkan Indonesia dari persaingan.


Ambisi Izwan Semakin Besar di Usia Veteran


Izwan menyadari bahwa dirinya kini berada pada fase berbeda dalam karier. Jika pada 2012 ia menjadi pemain muda yang menikmati gelar pertamanya, kini ia ingin menggunakan pengalamannya untuk membantu generasi baru Singapura meraih prestasi.


Kiper veteran tersebut mengakui bahwa pengalaman mengangkat trofi Piala AFF 2012 merupakan salah satu momen paling berkesan dalam kariernya.


Namun, seiring bertambahnya usia, keinginannya untuk kembali menjadi juara justru semakin kuat.


“Sudah lama kami tidak memenangi Piala AFF. Tentu saja kami ingin menjadi juara,” ujar Izwan kepada ESPN.


Ia juga menilai setiap pertandingan yang dijalani menjadi pengalaman berharga, termasuk ketika dirinya harus memulai laga dari bangku cadangan.


Bagi Izwan, keberhasilan mengantarkan generasi penerus Singapura meraih gelar akan memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding sekadar mengulang prestasi pribadi.


Singapura Hadapi Thailand di Semifinal


Tantangan berikutnya bagi Singapura adalah Thailand. Kedua tim akan bertemu dalam pertandingan semifinal dua leg.


Leg pertama akan dimainkan di Stadion Jalan Besar pada Sabtu (15/8/2026). Setelah itu, leg kedua dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus. Format semifinal Piala AFF 2026 memang menggunakan sistem kandang dan tandang.


Thailand bukan lawan mudah bagi Singapura. The Lions harus kembali menunjukkan mentalitas yang membuat mereka mampu bangkit dan memastikan tiket semifinal setelah bermain imbang dengan Indonesia.


Di sisi lain, keberhasilan melaju ke empat besar menunjukkan adanya perkembangan positif dalam sepak bola Singapura. Tim tersebut juga tengah membangun momentum menuju Piala Asia 2027 setelah berhasil lolos dari kualifikasi.


Ingin Tinggalkan Warisan untuk Generasi Berikutnya


Izwan tidak hanya mengejar trofi untuk dirinya sendiri. Ia ingin keberhasilan Singapura di Piala AFF 2026 menjadi warisan bagi pemain-pemain muda yang akan meneruskan perjuangan The Lions.


Baginya, mengangkat trofi kembali setelah penantian panjang akan menjadi pencapaian yang jauh lebih istimewa jika bisa dilakukan bersama generasi baru.


Kini, pengalaman Izwan dan Hariss Harun menjadi modal penting bagi Singapura di fase krusial turnamen. Keduanya pernah merasakan atmosfer menjadi juara dan tahu apa yang dibutuhkan untuk melewati pertandingan-pertandingan besar.


Singapura tinggal selangkah lagi menuju final. Jika mampu melewati Thailand, Izwan berpeluang kembali merasakan pertandingan perebutan gelar setelah 14 tahun.


Dan jika trofi akhirnya kembali ke tangan Singapura, momen tersebut bukan hanya menjadi pengulangan sejarah 2012, tetapi juga bisa menjadi hadiah bagi generasi muda yang sedang membangun kembali kejayaan sepak bola The Lions.(Rhz2797)