-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ratusan Siswa Berastagi Sakit Usai Santap MBG, BGN Ambil Langkah Tegas

Agustus 14, 2026 Last Updated 2026-08-14T08:37:51Z


Ratusan siswa di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden tersebut terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026.


Para siswa yang terdampak berasal dari SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Bersama. Mereka dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, muntah, pusing hingga tubuh terasa lemas.


Siswa Dilarikan ke Sejumlah Fasilitas Kesehatan


Setelah mengalami keluhan kesehatan, para siswa mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Berastagi dan Kabanjahe.


Beberapa lokasi yang menjadi tempat perawatan antara lain Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.


Hingga saat ini, dugaan keracunan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada para siswa belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan sampel keluar.


BGN Langsung Investigasi Dugaan Keracunan MBG


Badan Gizi Nasional (BGN) langsung melakukan investigasi setelah menerima laporan kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan bersama pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan setempat.


Kepala BGN Sudaryono mengatakan pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan untuk mencari tahu penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami para siswa.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memastikan keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG. Hasil pemeriksaan sampel nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sumber persoalan dalam kejadian di Kabupaten Karo tersebut.


Kepala SPPG Dicopot, Dapur Operasional Disegel


Selain melakukan pemeriksaan, BGN juga mengambil tindakan administratif terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan insiden tersebut.


Kepala SPPG yang terkait dengan kejadian dicopot dari jabatannya. BGN juga melakukan penyegelan terhadap dapur operasional sebagai bagian dari penanganan kasus dan proses evaluasi.


Menurut Sudaryono, langkah tersebut diperlukan sebagai bentuk keseriusan dalam memastikan seluruh tahapan penyediaan makanan MBG memenuhi standar keamanan pangan.


BGN Soroti Pengawasan Makanan MBG


Insiden di Berastagi menjadi perhatian BGN karena menyangkut ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis. BGN menegaskan bahwa pengawasan harus dilakukan secara serius sejak makanan disiapkan hingga diterima oleh siswa.


Pemeriksaan terhadap sisa makanan menjadi salah satu langkah untuk mengidentifikasi penyebab kejadian. Selain itu, evaluasi terhadap operasional SPPG juga dilakukan agar potensi masalah serupa dapat dicegah.


BGN sebelumnya memang telah menekankan pentingnya pemenuhan standar keamanan dan higiene dalam operasional SPPG. Pada April 2026, BGN menyebut pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) terus dikejar untuk memastikan dapur MBG memenuhi persyaratan sanitasi.


BGN Minta Maaf kepada Siswa dan Keluarga


Atas kejadian tersebut, BGN menyampaikan permintaan maaf kepada para siswa dan keluarga yang terdampak. BGN juga berharap seluruh siswa yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera pulih.


Sementara itu, masyarakat masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. Hasil investigasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam menentukan evaluasi dan langkah berikutnya terhadap pelaksanaan MBG di wilayah tersebut.


Kasus di Berastagi sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga pada keamanan, kebersihan, pengolahan, dan distribusi makanan yang harus diawasi secara ketat.(Rhz2797)