-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Geger! Hampir 1.000 Airsoft Gun Ditemukan di Sekolah Jaksel, Ternyata Ini Pemiliknya

Agustus 09, 2026 Last Updated 2026-08-09T15:39:43Z

Penemuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengundang perhatian publik. Polisi kemudian mengungkap informasi mengenai pihak yang tercatat sebagai pemilik senjata tersebut.


Total terdapat 995 pucuk airsoft gun yang ditemukan di salah satu ruangan sekolah. Temuan itu terdiri dari berbagai jenis senapan angin dan pistol angin yang diketahui berasal dari impor.


Selain ratusan airsoft gun tersebut, polisi juga menemukan satu pucuk senjata api yang kepemilikannya disebut memiliki dokumen perizinan.


995 Airsoft Gun Ditemukan di Sekolah


Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 995 pucuk senjata yang ditemukan merupakan airsoft gun dengan kaliber 4,5 milimeter.


Rinciannya terdiri atas empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, kemudian 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, serta 776 pucuk revolver angin dengan kaliber yang sama.


Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait tujuan impor ratusan senjata tersebut. Polisi juga menyelidiki alasan senjata dalam jumlah besar itu disimpan di salah satu ruangan sekolah.


Ruangan tersebut diketahui berkaitan dengan mantan ketua yayasan berinisial IWD.


Pemilik Airsoft Gun Klaim Punya Izin


PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) kemudian memberikan penjelasan mengenai kepemilikan ratusan airsoft gun tersebut.


Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, menyatakan bahwa 995 pucuk airsoft gun yang ditemukan merupakan milik perusahaan dan disebut telah memiliki izin.


Alhadid juga diketahui menjadi kuasa dari mantan ketua yayasan berinisial IWD. Ia mengaku telah memberikan keterangan kepada polisi di Polres Metro Jakarta Selatan.


Dalam pemeriksaan tersebut, Alhadid menyatakan telah menunjukkan dokumen perizinan kepemilikan airsoft gun kepada penyidik. Dokumen tersebut tercatat dengan nomor SI/5483-XII/2008.


Ia juga menegaskan bahwa 995 pucuk yang ditemukan bukan merupakan senjata api, melainkan airsoft gun.


Ada Satu Senjata Api yang Ikut Diamankan


Selain ratusan airsoft gun, polisi menemukan satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge.


Menurut keterangan pihak PT Lokta Karya Perbakin, senjata api tersebut bukan milik perusahaan. Kepemilikannya disebut berada pada pihak lain dan diklaim memiliki dokumen perizinan.


Senjata tersebut juga disebut tidak dilengkapi magazin maupun amunisi.


Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pemeriksaan dan penelusuran untuk memastikan status serta legalitas senjata tersebut.


Mengapa Senjata Disimpan di Sekolah?


Keberadaan ratusan airsoft gun di lingkungan sekolah menjadi salah satu hal yang tengah didalami.


Alhadid menjelaskan, senjata tersebut disimpan di gudang sekolah karena sebelumnya terdapat rencana penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler menembak target.


Dengan demikian, penyimpanan airsoft gun di lokasi tersebut disebut berkaitan dengan rencana kegiatan olahraga menembak di lingkungan sekolah.


Namun, polisi tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan kesesuaian antara tujuan penyimpanan dengan perizinan yang dimiliki.


Polisi Ungkap Pemilik Satu Senjata Api


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkap identitas pihak yang tercatat sebagai pemilik satu pucuk senjata api yang ditemukan.


Pria berinisial DS disebut sebagai pemilik Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge tersebut. Dari penelusuran kepolisian, DS diketahui merupakan direktur PT Lokta Karya Perbakin, perusahaan yang bergerak di bidang impor senjata angin maupun airsoft gun.


Namun, polisi menemukan fakta bahwa DS telah meninggal dunia pada 2020.


Karena itu, senjata api tersebut kini diamankan untuk kepentingan penelusuran lebih lanjut, termasuk memastikan status kepemilikan dan dokumen perizinannya.


Polisi Dalami Keterkaitan Mantan Ketua Yayasan


Selain menelusuri pemilik senjata api, polisi juga berencana meminta keterangan dari IWD atau IW yang merupakan mantan ketua yayasan sekolah.


Nama IWD ikut menjadi perhatian karena ratusan airsoft gun tersebut ditemukan di ruangan yang berkaitan dengannya.


Penyidik masih mendalami alasan senjata disimpan di sekolah serta bagaimana prosedur penyimpanan dan penggunaannya dalam rencana kegiatan ekstrakurikuler tersebut.


Hingga kini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap seluruh temuan untuk memastikan status hukum dan legalitas masing-masing senjata.


Kasus ini menjadi perhatian karena jumlah airsoft gun yang ditemukan tergolong sangat banyak, meskipun pihak terkait menyatakan sebagian besar senjata tersebut merupakan airsoft gun yang memiliki izin.(Rhz2797)