-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bahlil Ungkap Stok BBM Nasional Aman 20 Hari, Antrean Makassar Jadi Sorotan

September 15, 2026 Last Updated 2026-09-15T07:27:07Z

 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) secara nasional masih dalam kondisi aman. Pemerintah menyebut stok BBM nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 20 hari.


Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di tengah munculnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan menipisnya cadangan BBM nasional.


Bahlil bahkan mempertanyakan alasan terjadinya antrean panjang apabila stok BBM nasional masih mencukupi.


“Cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya tidak logis masa terjadi antre,” ujar Bahlil saat menghadiri acara InTech SEA 2026 di Jakarta, Senin, 14 September 2026.


Tangki Modifikasi Jadi Sorotan


Bahlil mengungkapkan pemerintah menemukan persoalan lain di lapangan yang diduga turut memengaruhi antrean BBM di sejumlah SPBU.


Salah satunya berkaitan dengan kendaraan yang menggunakan tangki bahan bakar berkapasitas tidak wajar. Menurut Bahlil, terdapat kendaraan seperti mobil Pajero hingga truk yang diduga telah dimodifikasi dengan tangki berukuran sangat besar.


Kapasitas tangki yang digunakan bahkan disebut dapat mencapai ratusan liter hingga sekitar 700 liter dan 1 ton BBM.


Bahlil menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi distribusi BBM, khususnya bahan bakar yang mendapatkan subsidi pemerintah.


Polisi Diminta Awasi Distribusi BBM Subsidi


Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan, Bahlil meminta aparat kepolisian ikut memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi.


Menurutnya, pengawasan diperlukan agar BBM subsidi benar-benar diterima masyarakat yang menjadi sasaran program pemerintah.


Bahlil juga menyoroti pola antrean kendaraan di SPBU. Ia mengaku menemukan adanya kendaraan yang kembali mengantre meskipun bahan bakar di dalam tangki belum benar-benar habis.


Kendaraan tersebut disebut hanya mengisi BBM dalam jumlah relatif sedikit, mulai dari sekitar 10 liter, 15 liter hingga 20 liter.


Pola tersebut, menurut Bahlil, perlu ditelusuri untuk mengetahui apakah antrean terjadi karena kebutuhan normal masyarakat atau terdapat aktivitas tertentu yang memanfaatkan perbedaan harga BBM subsidi dan nonsubsidi.


Harga BBM Nonsubsidi Naik, Masyarakat Beralih ke Subsidi


Selain persoalan distribusi, Bahlil menyebut adanya perubahan pola konsumsi masyarakat sebagai salah satu faktor yang ikut meningkatkan permintaan BBM subsidi.


Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi disebut mulai beralih ke BBM subsidi, terutama Pertalite.


Perubahan pilihan konsumen tersebut dinilai dapat meningkatkan tekanan permintaan di SPBU tertentu, termasuk di wilayah Makassar.


“Masalahnya sekarang adalah banyak orang yang awalnya tidak memakai BBM subsidi, sekarang shifting pindah ke subsidi. Ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar,” kata Bahlil.


Stok Nasional Disebut Masih Aman


Pemerintah menegaskan antrean yang terjadi di sejumlah SPBU Makassar tidak serta-merta menunjukkan adanya kelangkaan BBM secara nasional.


Dengan cadangan yang disebut masih mencapai sekitar 20 hari, pemerintah melihat persoalan yang terjadi lebih berkaitan dengan distribusi, peningkatan permintaan, serta potensi penyalahgunaan BBM subsidi.


Karena itu, pengawasan di tingkat SPBU menjadi penting agar distribusi BBM tetap berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi pembelian dalam jumlah berlebihan oleh pihak tertentu.


Pemerintah juga perlu memastikan pasokan BBM di wilayah yang mengalami antrean dapat terdistribusi secara merata sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar.


Dengan kondisi stok nasional yang disebut masih aman, perhatian pemerintah kini tertuju pada bagaimana mengatasi antrean dan memastikan BBM subsidi tepat sasaran, terutama di daerah yang mengalami lonjakan permintaan seperti Makassar.(Rhz2797)