-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kisah Baby Huwae di Tengah G30S: Dari Diusir Tentara hingga Diperintah Bung Karno Temani Dewi Soekarno ke Swiss

September 06, 2026 Last Updated 2026-09-06T07:46:00Z

 


Bataranews– Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S menjadi salah satu periode paling genting dalam sejarah Indonesia. Di tengah situasi politik yang penuh ketidakpastian, terdapat sejumlah kisah personal dari orang-orang yang berada dekat dengan Presiden Soekarno.


Salah satunya datang dari penyanyi Baby Huwae, yang dikenal memiliki kedekatan dengan Ratna Sari Dewi atau Dewi Soekarno.


Dalam kisah yang dimuat Tabloid NOVA edisi 4 Desember 1988 dan kemudian diangkat kembali oleh sejumlah media, Baby Huwae menceritakan pengalamannya pada masa pecahnya peristiwa G30S.


Mulai dari melihat ketatnya penjagaan di Istana Negara, mencari keberadaan Soekarno, hingga akhirnya mendapat perintah untuk menemani Dewi Soekarno pergi ke Swiss.


Malam Ketika Situasi Jakarta Mulai Mencekam


Menurut penuturan Baby Huwae, pada malam ketika terjadi penculikan sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat, ia sedang menghadiri sebuah perayaan bersama suaminya di kediaman Chaerul Saleh.


Baby mengaku sempat mendengar kabar simpang siur mengenai suara tembakan dari arah kediaman Wakil Perdana Menteri Johannes Leimena.


Namun, informasi yang diterimanya saat itu belum jelas.


Setelah meninggalkan acara, Baby dan suaminya sempat melewati kawasan kediaman Jenderal AH Nasution dan Leimena. Situasi yang dilihatnya disebut masih tampak sepi.


Malam itu, Baby sebenarnya sempat memiliki keinginan untuk mampir ke Wisma Yaso, kediaman Ratna Sari Dewi. Namun karena merasa lelah, ia akhirnya memilih pulang.


Tak lama setelah tiba di rumah, telepon berdering.


Menurut kisahnya, Soekarno saat itu menanyakan keberadaan Dewi.


Baby kemudian mengetahui bahwa Dewi sedang menghadiri acara di sebuah kelab malam di Hotel Indonesia bersama sejumlah tamu dari kalangan diplomatik.


Soekarno pun meminta Baby menyusul Dewi dan mengajaknya pulang.


Bung Karno Bahkan Menyusul ke Hotel Indonesia


Baby mengaku bersama Suparto, ajudan Soekarno, akhirnya pergi ke Hotel Indonesia untuk menemui Dewi.


Namun, Dewi disebut enggan segera meninggalkan acara.


Dalam kisah tersebut, Soekarno akhirnya datang sendiri ke Hotel Indonesia, meski memilih menunggu di dalam mobil.


Soekarno kemudian meminta Baby menyampaikan pesan kepada Dewi bahwa dirinya akan masuk sendiri ke kelab jika Dewi tetap tidak mau pulang.


Setelah itu, Dewi akhirnya bersedia meninggalkan acara dan kembali ke Wisma Yaso.


Baby Huwae Mengaku Diusir dari Istana


Situasi disebut berubah drastis keesokan harinya.


Baby mengaku mendapat panggilan untuk datang ke Istana Negara. Namun ketika tiba di kawasan Istana Merdeka, ia justru mendapati banyak tentara berjaga.


Menurut kesaksiannya, sejumlah akses menuju istana telah diblokade dan dipasangi kawat berduri.


Baby yang telah terbiasa keluar masuk lingkungan istana mengaku terkejut dengan kondisi tersebut.


Ketika mencoba masuk, ia disebut mendapat penolakan keras dari tentara yang berjaga.


Meski telah menunjukkan kartu tanda masuk istana dan menjelaskan bahwa dirinya dipanggil Presiden, Baby mengaku tetap diminta meninggalkan kawasan tersebut.


Pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa situasi Jakarta sedang berada dalam kondisi tidak biasa.


Dewi Soekarno Disebut Mulai Panik


Dari Istana Negara, Baby kemudian menuju Wisma Yaso untuk menemui Dewi.


Ia menceritakan tentang ketatnya penjagaan di istana serta sikap tentara yang mengusirnya.


Menurut Baby, Dewi awalnya masih belum memahami apa yang sebenarnya terjadi.


Namun situasi berubah ketika mereka mencoba menghubungi Istana Negara.


Baby menuturkan sejumlah saluran telepon yang biasanya dapat digunakan untuk menghubungi istana tidak dapat tersambung.


Dewi kemudian mencoba menghubungi beberapa orang yang dikenalnya, tetapi tidak mendapatkan informasi mengenai keberadaan Soekarno.


Keduanya pun disebut mulai dilanda kegelisahan.


Pertemuan Baby Huwae dengan Bung Karno


Beberapa waktu kemudian, Baby akhirnya kembali bertemu Soekarno di Wisma Yaso.


Dalam kondisi malam dan pencahayaan yang minim, Baby awalnya tidak langsung mengenali sosok yang berjalan mendekat.


Baru setelah semakin dekat, ia menyadari bahwa orang tersebut adalah Soekarno.


Menurut kisah Baby, malam itu Soekarno tampil sederhana dengan mengenakan kaus oblong tanpa peci maupun pakaian resmi yang biasa dikenakannya.


Dalam percakapan tersebut, Baby akhirnya mengetahui bahwa Soekarno sebelumnya berada di kawasan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.


Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi pembicaraan mengenai situasi politik yang tengah terjadi.


Baby Pernah Bertanya soal PKI


Dalam kesaksiannya, Baby mengaku sempat memberanikan diri bertanya kepada Soekarno mengenai desakan agar Presiden membubarkan Partai Komunis Indonesia atau PKI.


Pertanyaan itu disebut membuat Soekarno tersinggung.


Baby kemudian meminta maaf dan menjelaskan bahwa pertanyaannya muncul karena mendengar berbagai pemberitaan mengenai situasi politik saat itu.


Menurut penuturan Baby, Soekarno kemudian menjelaskan pandangannya bahwa seorang presiden mungkin dapat mengambil tindakan terhadap sebuah organisasi, tetapi ideologi tidak dapat begitu saja dihilangkan.


Soekarno juga disebut memberikan perumpamaan mengenai musuh yang harus tetap dapat diketahui keberadaannya.


Dalam percakapan tersebut, ketika Baby kembali bertanya apakah Soekarno merupakan bagian dari PKI, Presiden pertama RI itu disebut langsung menegaskan identitasnya sebagai seorang Indonesia dan nasionalis.


Baby Huwae Disebut Sempat Menjadi Perantara Tamu Bung Karno


Setelah situasi semakin berubah, Baby mengaku tetap sering berada di sekitar Wisma Yaso.


Kedekatannya dengan Dewi membuat Baby beberapa kali menjadi perantara bagi orang-orang yang ingin bertemu Soekarno.


Menurut kisahnya, seseorang yang ingin bertemu Presiden akan terlebih dahulu menyampaikan maksud kedatangannya kepada Baby.


Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Dewi sebelum akhirnya disampaikan kepada Soekarno.


Namun Baby mengaku berusaha tidak terlibat dalam urusan politik secara langsung.


Ia menyebut dirinya tidak memiliki ketertarikan besar terhadap dunia politik dan lebih memilih menjalani kehidupan sebagai penyanyi.


Bung Karno Perintahkan Baby Temani Dewi ke Swiss


Kedekatan Baby Huwae dengan Dewi Soekarno akhirnya membuat Soekarno mempercayakan sebuah tugas penting kepadanya.


Dalam kisah tersebut, Soekarno meminta Baby untuk menemani Dewi pergi ke Swiss.


Keputusan itu disebut berkaitan dengan situasi politik yang semakin memanas serta kekhawatiran Soekarno terhadap kondisi istrinya.


Soekarno dikisahkan tidak ingin Dewi terus menjadi sasaran perhatian media asing dan berpotensi semakin terlibat dalam dinamika politik.


Baby awalnya menolak permintaan tersebut karena tidak ingin meninggalkan keluarganya di Indonesia.


Namun Soekarno terus berusaha membujuknya.


Menurut penuturan Baby, Soekarno menaruh kepercayaan besar kepadanya karena Dewi disebut hanya bersedia pergi apabila ditemani sahabat dekatnya tersebut.


“Lokita, aku hanya minta kesediaanmu mengantar Dewi saja. Nanti, kalau sudah waktunya, kalian akan kupanggil pulang,” demikian inti permintaan Soekarno yang diceritakan kembali oleh Baby Huwae.


Kisah Baby Huwae ini memberikan gambaran personal mengenai suasana penuh ketegangan yang dirasakan orang-orang di lingkaran dekat Soekarno pada masa G30S 1965.


Namun, karena narasi ini berasal dari kesaksian personal yang dimuat dalam arsip media, berbagai detail di dalamnya perlu ditempatkan sebagai versi pengalaman dan penuturan Baby Huwae, serta dapat dibandingkan dengan sumber sejarah lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai peristiwa tersebut.