-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Warga Takalar Hadang Truk Tangki Pertalite, Antrean BBM Makin Panjang

September 15, 2026 Last Updated 2026-09-15T07:39:18Z

Kelangkaan stok BBM di salah satu SPBU Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, memicu aksi warga. Ratusan warga menghadang truk tangki Pertamina yang membawa pasokan Pertalite di depan SPBU Panaikang, Pattallassang.


Warga meminta armada tersebut menurunkan sebagian BBM ke SPBU karena stok bahan bakar di lokasi sudah kosong sejak pagi. Padahal, berdasarkan tujuan pengiriman, muatan BBM tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi wilayah Bulukumba.


Situasi sempat memanas ketika warga berusaha meminta truk tangki mengisi pasokan ke SPBU setempat. Aparat kepolisian kemudian turun tangan untuk mengendalikan keadaan dan memastikan armada dapat kembali melanjutkan perjalanan.


Warga Antre Lebih dari 10 Jam


Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga setelah stok sejumlah jenis BBM di SPBU habis. Tidak hanya Pertalite, ketersediaan Pertamax dan Solar juga disebut kosong sejak pagi.


Kondisi itu membuat warga dan pengendara harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. Sebagian bahkan dilaporkan telah mengantre lebih dari 10 jam.


Panjangnya antrean membuat kendaraan roda dua dan roda empat menumpuk hingga meluber ke badan jalan. Situasi tersebut turut mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.


Warga yang sudah lama mengantre pun semakin resah ketika pasokan BBM belum kunjung tersedia.


Antrean BBM Juga Terjadi di Makassar


Persoalan antrean BBM tidak hanya terjadi di Kabupaten Takalar. Kondisi serupa sebelumnya juga terlihat di sejumlah SPBU di Kota Makassar.


Pengendara di beberapa lokasi dilaporkan harus menghabiskan waktu hingga sekitar lima jam untuk mendapatkan Pertalite. Antrean panjang bahkan membuat pemerintah daerah mengambil langkah untuk mengurangi kepadatan.


Pemerintah Kota Makassar menerapkan sejumlah langkah pengaturan, termasuk pembatasan pembelian BBM dan sistem ganjil-genap. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.


Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Masih Aman


Di tengah keluhan masyarakat mengenai antrean panjang, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menunjukkan cadangan BBM nasional sedang menipis.


Bahlil menyatakan stok BBM nasional masih berada di atas batas minimum dan disebut mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 20 hari.


Menurut pemerintah, persoalan yang terjadi di sejumlah daerah lebih berkaitan dengan distribusi dan meningkatnya permintaan terhadap BBM subsidi.


Tangki Kendaraan Modifikasi Ikut Disorot


Bahlil juga menyoroti dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Ia menyebut adanya kendaraan yang menggunakan tangki hasil modifikasi sehingga mampu menampung BBM dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan kapasitas normal.


Kendaraan seperti mobil pribadi hingga truk disebut ditemukan menggunakan tangki berkapasitas ratusan liter. Bahkan, kapasitas modifikasi tersebut disebut dapat mencapai sekitar 700 liter hingga 1 ton BBM.


Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi penyaluran BBM subsidi apabila dilakukan untuk membeli atau menimbun bahan bakar dalam jumlah besar.


Karena itu, pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi menjadi perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum.


Pemerintah Diminta Pastikan Pasokan Tepat Sasaran


Antrean panjang di Takalar dan sejumlah wilayah Makassar menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan BBM di tingkat SPBU masih menjadi perhatian masyarakat.


Di satu sisi, pemerintah menyatakan cadangan BBM nasional masih aman. Namun, di sisi lain, masyarakat di sejumlah daerah masih menghadapi kekosongan stok dan harus mengantre berjam-jam.


Kondisi tersebut membuat kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Pemerintah juga perlu memastikan pasokan BBM dapat sampai ke SPBU sesuai kebutuhan tanpa mengganggu distribusi untuk wilayah lain.


Sementara itu, aparat diharapkan terus mengawasi praktik pembelian berlebihan maupun dugaan modifikasi tangki agar BBM subsidi benar-benar dapat dinikmati masyarakat yang berhak.(Rhz2797)