WNI Dijebak Urusan Bisnis Berujung Penyiksaan
Bataranews– Doris Candra mengalami penyiksaan di Malaysia setelah diduga dijebak sindikat penyelundupan timah. Korban awalnya diajak menjalankan urusan bisnis pengiriman timah dari Bangka ke Malaysia.
Kasus ini terungkap setelah korban berhasil menghubungi pihak yang kemudian meneruskan laporan kepada kepolisian untuk penyelamatan.
Awal Pertemuan dengan Jaringan Sindikat
Menurut Moh. Irhamni, Doris pertama kali bertemu seorang pria Bugis yang diduga kaki tangan bos besar sindikat pada Maret 2026 di Batam.
Ia ditawari pekerjaan terkait pencarian dan pengiriman timah dari Bangka menggunakan kapal milik jaringan dari Malaysia. Beberapa waktu kemudian, kelompok tersebut menitipkan uang Rp650 juta kepada korban untuk transaksi pembelian timah.
Dibawa ke Malaysia dan Dipaksa Bayar Rp10 Miliar
Situasi berubah saat Doris diminta membuat paspor dan berangkat ke Malaysia pada 14 Mei 2026. Ia dijanjikan akan bertemu bos besar sekaligus berjalan-jalan.
Setibanya di Kuala Lumpur, Doris justru dijemput dan dibawa ke kawasan kebun sawit di tengah hutan. Di lokasi itu, ia dipaksa mengembalikan uang hingga Rp10 miliar.
Dianiaya dan Diancam Dibuang ke Laut
Setelah itu, korban dibawa ke sebuah homestay dan mengalami penganiayaan. Pelaku kembali meminta uang tambahan sebesar Rp250 juta dan Rp400 juta.
Karena tidak sanggup memenuhi tuntutan, Doris dikeroyok dan diancam dibunuh. Para pelaku bahkan disebut menyiapkan kapal untuk membuang jasad korban ke laut.
Akibat penyiksaan tersebut, Doris mengalami patah kaki serta luka di bagian tangan dan kepala.
Diselamatkan Polisi Malaysia
Korban akhirnya berhasil menghubungi seseorang yang meneruskan laporan ke Atase Polri di Kuala Lumpur. Aparat Malaysia bersama pihak kepolisian Indonesia kemudian melakukan penyelamatan pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Saat ini Doris telah diamankan bersama seorang WNI lain yang juga terlibat dalam kasus tersebut.
Kesimpulan
Kasus Doris Candra mengungkap modus kejahatan lintas negara berkedok bisnis timah. Polisi kini mendalami jaringan sindikat yang diduga terlibat penyelundupan dan penyiksaan terhadap korban di Malaysia.


