-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tarif Transjabodetabek Bakal Naik, Pramono Anung Siapkan Skema Baru Sesuai Jarak Tempuh

Juni 09, 2026 Last Updated 2026-06-09T09:21:03Z



Bataranews– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek yang selama ini masih menggunakan tarif Rp3.500. Kebijakan baru tersebut akan mempertimbangkan jarak tempuh serta karakteristik layanan yang digunakan penumpang.


Tarif Disesuaikan dengan Jarak Perjalanan


Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai tarif Rp3.500 tidak lagi relevan untuk sejumlah rute Transjabodetabek yang memiliki jarak tempuh cukup jauh, termasuk layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.


Menurutnya, biaya operasional untuk rute antarkota penyangga dan bandara tentu berbeda dibanding layanan dalam kota yang selama ini dijalankan Transjakarta.


Karena itu, Pemprov DKI tengah menyiapkan skema tarif baru yang lebih sesuai dengan jarak perjalanan dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.


Rute Bandara Jadi Pertimbangan Utama


Salah satu rute yang menjadi perhatian adalah layanan Transjabodetabek SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang mulai beroperasi sejak Maret 2026.


Pramono menilai tarif saat ini terlalu murah jika dibandingkan moda transportasi lain yang melayani tujuan serupa.


Pemerintah ingin memastikan layanan transportasi umum tetap terjangkau, namun juga mampu mendukung keberlanjutan operasional dan peningkatan kualitas pelayanan.


Tarif Baru Diperkirakan Rp10.000 hingga Rp15.000


Pemprov DKI mengungkapkan bahwa pembahasan tarif baru masih berlangsung. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah tarif di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk rute tertentu yang memiliki jarak tempuh lebih panjang.


Meski demikian, keputusan final belum ditetapkan. Pemerintah akan mengevaluasi terlebih dahulu kinerja dan tingkat okupansi sejumlah rute baru sebelum menetapkan tarif resmi.


Dorong Penggunaan Transportasi Publik


Penyesuaian tarif ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di wilayah Jakarta dan kawasan penyangga.


Pemprov DKI berharap masyarakat tetap menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama mobilitas sehari-hari, terutama dengan semakin banyaknya rute Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya.


Selain memperluas jangkauan layanan, pemerintah juga berkomitmen menjaga agar tarif yang diterapkan tetap berada dalam batas yang terjangkau bagi masyarakat.


Kesimpulan


Pemprov DKI Jakarta segera menetapkan tarif baru Transjabodetabek yang disesuaikan dengan jarak tempuh dan karakteristik layanan. Rute-rute jarak jauh seperti Blok M–Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu dasar evaluasi. Meski berpotensi naik dari tarif saat ini, pemerintah memastikan tarif baru tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat serta mendorong penggunaan transportasi umum secara lebih luas.