-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mbappe Gagal Penalti, Real Madrid Tumbang dari Betis: Kenapa Tak Diulang?

September 06, 2026 Last Updated 2026-09-06T08:11:36Z



Bataranews–
Real Madrid harus menerima kekalahan pertama mereka di LaLiga 2026/2027 setelah ditaklukkan Real Betis dengan skor 1-0 di La Cartuja, Jumat (4/9/2026) waktu setempat.


Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak Troy Parrott pada menit ke-81. Penyerang Betis itu memanfaatkan bola muntah setelah sundulan Nelson Deossa berhasil ditepis Thibaut Courtois.


Kemenangan tersebut terasa semakin dramatis karena Real Madrid sebenarnya mendapatkan kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti pada masa injury time.


Troy Parrott Jadi Pembeda


Pertandingan berlangsung cukup ketat. Real Madrid beberapa kali mendapatkan peluang untuk membuka keunggulan.


Vinicius Junior sempat membentur tiang, sementara Dean Huijsen juga mengenai mistar gawang. Kylian Mbappe pun memperoleh sejumlah peluang, tetapi penyelesaian akhir Madrid belum mampu menaklukkan kiper Betis, Álvaro Valles.


Betis akhirnya mencuri gol pada menit ke-81.


Sundulan Deossa berhasil ditepis Courtois, tetapi bola rebound jatuh ke arah Troy Parrott. Mantan pemain AZ Alkmaar tersebut langsung menyambar bola dan membuat Betis unggul 1-0.


Gol itu menjadi pembeda hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.


Mbappe Gagal Eksekusi Penalti


Kesempatan besar Madrid untuk menyamakan kedudukan datang pada masa tambahan waktu.


Vinicius Junior dijatuhkan Natan di dalam kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih. Mbappe kemudian dipercaya sebagai eksekutor.


Namun, tendangan penyerang asal Prancis tersebut berhasil ditepis Álvaro Valles.


Bola muntah sebenarnya masih bisa dimanfaatkan Madrid. Akan tetapi, Marc Bartra bergerak cepat dan berhasil mengamankan bola sebelum Mbappe mendapatkan kesempatan kedua.


Real Madrid kemudian meminta penalti diulang karena menilai Bartra sudah masuk ke area penalti sebelum Mbappe melakukan tendangan.


Kenapa Penalti Mbappe Tidak Diulang?


Inilah bagian yang paling kontroversial dalam pertandingan.


Dalam tayangan ulang, Bartra memang terlihat seperti sudah berada di dalam area penalti ketika Mbappe menendang bola. Namun, berdasarkan penjelasan mengenai penerapan aturan yang digunakan wasit Spanyol, posisi tubuh pemain saja tidak cukup untuk dianggap sebagai pelanggaran encroachment.


Yang menjadi perhatian adalah posisi kaki atau bagian tubuh yang sedang menyentuh tanah pada saat penalti dilakukan.


Menurut penjelasan ESPN, seorang pemain bertahan dianggap melakukan pelanggaran jika salah satu atau kedua kakinya berada di dalam area penalti atau menyentuh garis batas area tersebut ketika tendangan dilakukan. Bagian tubuh yang berada di udara tidak otomatis dihitung sebagai posisi berada di dalam kotak penalti.


Dalam kasus Bartra, pada momen Mbappe menendang bola, posisi tubuhnya memang tampak condong ke depan, tetapi kaki yang menjadi titik kontak dengan permukaan lapangan belum berada di dalam area penalti.


Karena itu, wasit Hernández Hernández dan VAR tidak memerintahkan penalti diulang. Real Madrid pun tidak mendapatkan kesempatan kedua.


Bartra Ternyata Sudah Mempelajari Situasi Ini


Menariknya, Bartra mengungkapkan bahwa pergerakannya saat penalti bukan sekadar kebetulan.


Ia mengaku pernah mempelajari situasi serupa dan bahkan berkonsultasi dengan seorang mantan wasit mengenai batas posisi yang diperbolehkan ketika penalti dilakukan.


Bartra kemudian berusaha menahan pergerakannya agar tidak menyentuh area terlarang sebelum Mbappe menendang. Strategi tersebut berhasil karena setelah Valles menepis bola, Bartra langsung menjadi pemain pertama yang mengamankan bola muntah.


Real Madrid Gagal Selamatkan Pertandingan


Kekalahan 0-1 dari Betis menjadi kekalahan pertama Real Madrid pada musim LaLiga 2026/2027.


Madrid sebenarnya menciptakan banyak peluang dan bahkan tiga kali membentur tiang atau mistar. Carlos Espí juga sempat mencetak gol spektakuler melalui tendangan salto, tetapi gol tersebut dianulir karena offside setelah pemeriksaan VAR.


Pada akhirnya, Troy Parrott menjadi pahlawan kemenangan Real Betis, sementara Mbappe dan Real Madrid harus pulang tanpa poin.


Kontroversi penalti pada akhir pertandingan pun menjadi salah satu momen paling ramai dibicarakan, terutama karena Madrid merasa memiliki peluang untuk mendapatkan tendangan penalti ulang. Namun, berdasarkan interpretasi aturan yang digunakan dalam pertandingan, keputusan wasit untuk tidak mengulang penalti dinilai sah.