Notification

×

Iklan

Iklan

Polisi Tegur Ormas Pencopot Label Gereja di Posko Bantuan Cianjur

November 27, 2022 WIB Last Updated 2022-11-27T07:35:46Z


Polisi mengaku telah memanggil oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan pencopotan label gereja di posko bantuan untuk korban gempa Cianjur.


Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan para pelaku telah diperiksa dan diambil keterangannya terkait aksi tersebut. Doni memastikan pihaknya telah menegur seluruh pelaku yang terlibat dalam kegiatan itu.


"Jadi kita sudah dalami sudah kita panggil saya sudah ketemu dengan ormas ini yang saat itu melakukan pencopotan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/11).


Viral Pencopotan Label Gereja di Tenda Bantuan Gempa Cianjur

Doni menegaskan aksi pencopotan label bukanlah dilakukan oleh warga setempat yang mengungsi di posko. Melainkan dari pihak ormas yang berada di luar wilayah tersebut.


Adapun aksi pencopotan label gereja itu dilakukan para pelaku di empat wilayah pengungsian yakni di desa Cibulakan, Desa Genjot, Desa Telaga , dan Desa Sarampad.


"Yang mencopot itu bukan masyarakat pengungsi. Masyarakat pengungsi menerima apa yang diberikan dari kelompok manapun, agama apapun," tuturnya.


Berdasarkan keterangan pelaku, Doni mengatakan yang bersangkutan merasa khawatir ada niat dan tujuan lain yang dilakukan lewat penyaluran bantuan itu.


Kendati demikian, pihaknya sudah menjelaskan kepada ormas tersebut apabila seluruh bantuan yang ada sampai saat ini murni untuk tujuan kemanusiaan.


"Jadi sudah saya tegur, sudah saya pastikan mereka tidak akan melakukan tindakan itu lagi. Semuanya demi kemanusiaan," jelasnya.


Drone Dikerahkan Sisir Lokasi Desa Terisolir Cari Korban Gempa Cianjur

Sebelumnya beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan deretan tenda biru dengan tulisan dari kertas di atapnya.


Sejumlah orang terlihat membongkar tulisan 'Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia' yang menempel di atap tenda.


Bupati Cianjur Herman Suherman juga mengomentari aksi pencopotan itu. Kata dia hal seperti ini seharusnya tidak dilakukan karena kemungkinan pihak pemberi bantuan tidak punya maksud tertentu selain kemanusiaan.


"Pencopotan itu salah, tapi menonjolkan label juga tidak benar. Kita sama-sama saling mengerti, membantu secara tulus tanpa label di bantuannya. Saya harap ini tidak terulang, dan kita fokus pada penanganan kebencanaan hingga pemulihan nantinya," pungkasnya.[SB]

×
Berita Terbaru Update