Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prabowo Subianto Tempati Peringkat Pertama Capres yang Paling Layak Gantikan Jokowi Menurut LSJ

Mei 25, 2023 Last Updated 2023-05-25T01:42:40Z


Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menempati peringkat pertama capres yang menjadi pilihan masyarakat yang layak untuk menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika masa tugasnya habis.


Lembaga Survei Jakarta (LSJ) menunjukkan Prabowo meraih jumlah angka 26,9 persen dalam simulasi cepat Pilpres 2024 yang dilakukan beberapa waktu belakangan.


Nama Ganjar Pranowo justru hanya berada di peringkat kedua dari simulasi Pilpres 2024 yang dilakukan.


"26,9 persen responden dengan spontan memilih Prabowo ketika LSJ menyebar pertanyaan siapa tokoh yang paling layak menggantikan Jokowi," ungkap Direktur Riset LSJ, Fetra Ardianto dikuti dari Suara.com, Kamis (25/5/2023).


Di urutan kedua sebagai capres pilihan masyarakat, nama Ganjar Pranowo meraih 18,8 persen. Diikuti Anies Baswedan 15,3 persen. Dan nama lain dalam survei yang disebar adalah Ridwan Kamil (6,4 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (2,5 persen), Erick Thohir (2,3 persen), dan Sandiaga Uno (2,1 persen).


LSJ menemukan sebanyak 14,1 persen, masyarakat belum menentukan pilihannya dalam simulasi Pilpres itu.


Beberapa faktor keunggulan Prabowo Subianto dalam survei itu juga hasil dari identifikasinya ketika mendengar pernyataan Jokowi yang menyebut Presiden RI mendatang harus orang yang berani untuk mendahului kepentingan rakyat. Hal itu menggambarkan sosok Prabowo Subianto.


"Prabowo ini dipresentasikan responden sebagai pemimpin yang berani demi kepentingan masyarakat. Jadi memenuhi kriteria Presiden yang diinginkan Jokowi," ungkap dia.


Tak hanya Prabowo, sosok tokoh masyarakat yang dianggap berani untuk mengedepankan kepentingan rakyat adalah Menkopolhukam, Mahfud MD. Dalam survei tersebut, Mahfud mengantongi 18,7 persen sebagai tokoh yang berani untuk rakyat.


LSJ menggelar survei dan mengirim pertanyaan sejak 9-17 Mei 2023 di 34 provinsi. Populasi dari survei adalah warga negara yang telah memiliki hak pilih. Mereka minimal berusia 17 tahun.


Jumlah sampel atau responden berjumlah 1.200 jiwa yang diambil dengan metode teknik pencuplikan secara acak sistematis. Dengan margin of error lebih kurang 2,83 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.[SB]

×