Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

iPhone 15 Tak Laku, Apple Berdarah-Darah Gegara China

Januari 03, 2024 Last Updated 2024-01-03T08:03:44Z



Saham Apple terjun bebas hampir 3,6% pada Selasa (2/1) kemarin dan mencatat pelemahan selama 7 pekan berturut-turut. Hal ini menyusul penurunan peringkat saham Apple oleh firma broker Barclays.

Barclays khawatir penjualan Apple akan terus melemah di 2024, baik untuk produk iPhone hingga Mac, dikutip dari Reuters, Rabu (3/1/2024).


Sebagai informasi, pemeringkatan dari Barclays cukup signifikan di mata investor. Menurut data LSEG, Barclays memiliki jumlah rekomendasi jual-beli saham terbanyak selama 2 tahun berturut-turut.


Penjualan iPhone 15 dinilai tak sesuai ekspektasi. Apalagi, posisi Apple di China makin terancam dengan bangkitnya pemain lokal seperti Huawei. Ditambah, ada isu pemerintahan Xi Jinping memperluas blokir iPhone di kalangan pemerintahan dan BUMN.


"Penjualan iPhone 15 loyo, dan kami percaya iPhone 16 akan sama saja," kata analis Barclays Tim Long, dalam laporannya.


Long mendapat rating 4 dari 5 bintang untuk akurasi rekomendasinya terkait bisnis Apple, menurut data LSEG. Lebih lanjut, Long juga memberikan peringatan soal bisnis layanan Apple, seperti App Store, yang mendapat tekanan dari beberapa negara termasuk AS sepanjang 2023.


Padahal, bisnis layanan Apple merupakan salah satu penopang. Pertumbuhannya sudah mengalahkan bisnis perangkat Apple selama beberapa tahun belakangan dan kini menyumbang seperempat dari pendapatan total raksasa Cupertino.


Kemerosotan saham pada hari Selasa menghapus lebih dari $100 miliar kapitalisasi pasar Apple, dan sahamnya ditutup pada $185,64.


Barclays menurunkan peringkat sahamnya menjadi "underweight" dari "netral" dan memangkas target harga 12 bulannya dari $161 menjadi $160.

×