Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Spesies Baru Bakteri Ditemukan, Infeksi Penggembala Domba di Inggris

Januari 25, 2024 Last Updated 2024-01-25T04:14:28Z


Dokter di sebuah rumah sakit London, Inggris, telah menemukan spesies baru bakteri menular dalam darah seorang penggembala domba. Ini menjadi kasus pertama yang dilaporkan mengenai spesies baru bakteri yang diyakini peneliti berpindah dari domba ke manusia.


Kejadian itu menimpa seorang pasien berusia 55 tahun yang bekerja sebagai penggembala domba di Canterbury, Kent. Dia pertama kali dirawat di Rumah Sakit Guy’s & St Thomas di London dengan gejala demam, penurunan berat badan, dan pembengkakan abnormal pada dinding arteri utama.


Tes darah mengungkapkan adanya beberapa spesies bakteri penyebab penyakit yang mungkin menjadi pemicu infeksi. Namun dari sekian banyak spesies bakteri, ada satu yang tidak dikenali peneliti.


Untuk mengidentifikasi spesies X tersebut, peneliti di rumah sakit dan King’s College London mencoba menganalisis DNA-nya. Dengan menggunakan teknologi pengurutan nanopore –sebuah teknik yang memungkinkan para ilmuwan membaca sekuens DNA dengan cepat–, tim dapat menganalisis seluruh genom untuk memastikan bahwa bakteri tersebut adalah spesies yang belum pernah dideskripsikan sebelumnya.


Tim yang mempublikasikan hasil temuannya di jurnal Clinical Infection in Practice. Spesies bakteri baru merupakan jenis Variovorax, sekelompok bakteri yang hidupnya di tanah. Peneliti menamai spesies baru itu dengan sebutan Variovorax durovernesis, berasal dari nama latin kota Canterbury, tempat tinggal penggembala di Inggris.


Bagaimana mikroba yang tinggal di tanah bisa menginfeksi tubuh manusia?


“Hasil penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa pasien terinfeksi saat domba memasuki musim beranak atau saat memberi obat anti-parasit pada domba dan semuanya dilakukan tanpa sarung tangan,” ujar Lara Payne, spesialis registrasi di Rumah Sakit St. Thomas, London.


Peneliti menyebut studi ini menyoroti manfaat teknologi nanopore dalam mengidentifikasi spesies baru bakteri secara cepat.


“Setelah kita mengetahui penyebab infeksi, kita dapat mengubah antibiotik yang sesuai, artinya pasien mendapatkan pengobatan yang tepat sasaran,” papar Adela Alcolea-Medina, penulis utama studi dan peneliti di King’s College London sebagaimana dikutip  dari Kumparan.

×