Bataranews – Fakta baru terungkap dalam kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.
Sebelum tabrakan antara Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi, diduga ada insiden awal yang melibatkan taksi listrik Green SM Indonesia.
⚠️ Kronologi Awal: Taksi Mogok di Perlintasan
Menurut saksi mata, peristiwa bermula sekitar pukul 20.50 WIB di perlintasan sebidang dekat stasiun:
Taksi listrik berwarna hijau milik Green SM melintas dari utara ke selatan
Saat berada di tengah rel, kendaraan tiba-tiba mogok
Penjaga perlintasan berupaya memberi peringatan adanya kereta melintas
Upaya mendorong kendaraan gagal
Tak lama kemudian, KRL dari arah Cikarang menghantam taksi tersebut hingga terseret sekitar 50 meter.
🔄 Rangkaian Kejadian Beruntun
Insiden tidak berhenti di situ:
KRL sempat berhenti setelah menabrak taksi
Di waktu hampir bersamaan, KRL lain sedang berada di area stasiun
Penumpang sempat turun saat kereta berhenti
Dari arah belakang, Argo Bromo Anggrek melaju
Tabrakan besar pun terjadi
Rangkaian kejadian ini diduga menjadi penyebab utama kecelakaan besar yang menelan banyak korban.
💬 Reaksi Publik & Sorotan ke Green SM
Pasca kejadian, nama Green SM menjadi sorotan di media sosial:
Banyak warganet melayangkan kritik terkait keselamatan armada
Muncul berbagai keluhan lama soal insiden berkendara
Akun Instagram resmi @id.greensm sempat menutup kolom komentar
Isu ini semakin memicu perdebatan publik terkait standar operasional kendaraan listrik di jalan raya.
📢 Pernyataan Resmi Perusahaan
Pada Selasa dini hari, Green SM Indonesia akhirnya memberikan pernyataan resmi:
Menyatakan perhatian penuh terhadap insiden
Mengaku telah bekerja sama dengan pihak berwenang
Menegaskan komitmen terhadap keselamatan
Namun, pernyataan tersebut menuai kritik karena tidak memuat permintaan maaf atau ucapan belasungkawa kepada korban.
🔍 Investigasi Masih Berlangsung
Penyebab pasti kecelakaan masih didalami oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Fokus investigasi saat ini meliputi:
Gangguan di perlintasan sebidang
Respons sistem perkeretaapian
Peran insiden awal yang melibatkan taksi
🏁 Kesimpulan
Tragedi Bekasi Timur bukan hanya sekadar tabrakan dua kereta, tetapi rangkaian kejadian kompleks yang diduga dipicu insiden di perlintasan. Peran taksi listrik kini menjadi perhatian utama dalam penyelidikan.
Kasus ini menegaskan pentingnya disiplin keselamatan di perlintasan rel dan koordinasi sistem transportasi.

