Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Harga Beras Dunia Melambung Tinggi, Bulog: Sekarang Orang Eropa Jadi Makan Nasi

Februari 29, 2024 Last Updated 2024-02-29T07:05:28Z


Bulog mengatakan kenaikan harga beras di Indonesia dipengauhi oleh harga beras dunia yang juga semakin mahal. Harga beras makin naik karena negara eksporti beras seperti India masih menutup kran ekspor. Padahal, 40 persen kebutuhan beras dunia disuplai dari India.


Harga semakin naik karena permintaan beras negara Eropa yang juga semakin meningkat. Jadilah faktor kenaikan harga beras semakin lengkap, yaitu produksi yang berkurang karena El Nino, faktor geopolitik, serta produsen beras seperti India yang mengurangi pasokan ke pasar.


"Sekarang saja (orang) Eropa jadi makan beras, aneh juga. Karena tadi biasanya dia makan gandum, sekarang makan beras. Biasanya makan roti jadi makan beras. Yang tadinya enggak beli beras jadi beli," kata Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita di Pasar Induk Beras Cipinang pada Rabu, 28 Februari 2024.


Febby menyebut, sebelumnya Bulog telah mengirimkan tim ke beberapa negara eksportir beras seperti Thailand dan Vietnam. Dari hasil investigasi, tim Bulog mendapati negara-negara Eropa ikut mengantri untuk membeli beras.


"Eropa ikutan borong beras di Thailand dan Vietnam. Ini menarik. Kami turunkan tim ke sana banyak yang beli dari Eropa," kata dia.


Selain itu, kata Febby, dampak El Nino juga mulai dirasakan sekarang. Menurut dia, beberapa wilayah tidak hanya mengalami kekeringan akibat panas, namun beberapa daerah saat ini sudah mulai banyak yang terendam banjir.


Adapun Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, sebelumnya menyebut, saat ini kenaikan harga beras terjadi di seluruh dunia. Harga beras global telah naik dari rentang US$ 460 sampai US$ 500 per ton menjadi lebih dari US$ 600 ton.


"Kenaikan harga pangan ini terjadi di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia," ujar dia.


Karena itu, Arief mengklaim, pihaknya bersama seluruh stakeholder terkait bekerjasama untuk memastikan ketersediaan stok di dalam negeri.


"Bulog minimal harus punya 1,2 juta ton," ucap Arief.


Berdasarkan data panel harga pangan Bapanas, rata-rata nasional harga beras premium hari ini Rabu, 28 Februari 2024, mulai turun Rp 10 per kg secara harian menjadi Rp 16.410 kg. Rata-rata nasional harga beras medium juga turun Rp 30 per kg menjadi Rp 14.300 per kg.

×