Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

6 Amalan Sunnah yang Bisa Muslim Kerjakan Sebelum Sholat Idul Fitri,Salah Satunya Makan Dahulu

April 08, 2024 Last Updated 2024-04-08T08:14:23Z


Hanya menghitung hari umat muslim di seluruh dunia akan merayakan hari Raya Idul Fitri 2024.


lebaran dan Idul Fitri merupakan hadiah kemenangan bagi mereka yang menjalankannya.


Menurut SKB 3 menteri tentang libur dan cuti bersama, hari raya Idul Fitri 2024 jatuh pada tanggal 10 dan 11 April 2024, tepatnya pada hari Rabu dan Kamis.


Selain menyiapkan hidangan dan bingkisan lebaran, penting untuk memaksimalkan ibadah sunnah, terutama amalan sunnah sebelum sholat Idul Fitri.


Meskipun Hari Raya Idul Fitri merupakan momen paling bahagia bagi umat Islam, namun hal ini tidak berarti kita boleh larut dalam kegembiraan hingga mengabaikan kewajiban ibadah kepada Allah swt.


Amalan sunnah sebelum sholat Idul Fitri seringkali terlupakan, meskipun seharusnya menjadi pelengkap ibadah.


Berikut beberapa amalan sunnah sebelum sholat Idul Fitri mencakup:


1. Perbanyak Mengucap Takbir


Sunah Nabi Muhammad SAW sebelum sholat Idul Fitri adalah mengucapkan takbir, dimulai sejak malam sebelum Idul Fitri, atau dikenal sebagai malam takbiran.


Mengucap takbir ini bisa dilaksanakan di masjid ataupun di rumah bersama keluarga.


2. Mandi Sebelum Berangkat Sholat Ied


Amalan sunnah sebelum sholat Idul Fitri lainnya adalah mandi.


Sunnah ini diperuntukkan baik untuk laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi wanita yang tengah haid atau nifas.


Mandi ini juga berlaku bagi yang tidak dapat menghadiri shalat Idul Fitri, seperti orang sakit.


Waktu mandi dimulai sejak tengah malam Idul Fitri hingga tenggelamnya matahari keesokan harinya, dan lebih utama dilakukan setelah terbit fajar.


Contoh niatnya adalah:


نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى


“Aku Niat Mandi Idul Fitri, Sunnah Karena Allah”.


3. Makan Sebelum sholat Idul Fitri


Umat Muslim disarankan untuk makan sebelum sholat, sejalan dengan tindakan Rasulullah yang tidak pernah berangkat sholat Idul Fitri tanpa memakan beberapa butir kurma.


Meskipun kurma tidak wajib, namun penting bagi mereka yang akan sholat Ied untuk mengisi perut dengan sesuatu.


Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sahabat Anas bin Malik, dia berkata, ‘Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak berangkat pada hari Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma, dan dia memakannya dengan jumlah ganjil.” (HR. Bukhari)


4. Menggunakan Pakaian Terbaik


Amalan sunnah lainnya adalah memakai pakaian terbaik, sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah. Hal ini mencakup pemakaian pakaian terbaik, penggunaan wangi-wangian terbaik.


Untuk laki-laki, disarankan juga menggunakan wewangian yang tidak terlalu mencolok agar dapat menjalankan sholat Idul Fitri dengan lebih khusyuk.


Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu 'Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya." (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)


Selain itu, dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata yang artinya:


“Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fitri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum'at." (HR. Ibnu Khuzaimah)Adapun bagi laki-laki dianjurkan juga untuk memakai wewangian yang tidak begitu mencolok .Agar dapat menjalankan sholat Idul Fitri dengan lebih khusyuk.


5. Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat


Amalan sunnah berikutnya adalah berjalan kaki menuju tempat sholat, sebagaimana diungkapkan oleh ucapan Sayyidina Ali.


Meskipun diizinkan bagi yang tidak mampu untuk menaiki kendaraan, berjalan kaki tetap menjadi anjuran.


Hal ini berdasarkan ucapan Sayyidina Ali:


مِنْ السُّنَّةِ أَنْ يَخْرُجَ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا


“Termasuk sunnah Nabi adalah keluar tempat shalat Id dengan menuju berjalan”. (HR. al-Tirmidzi dan beliau menyatakannya sebagai hadits Hasan).


Bagi yang tidak mampu berjalan kaki seperti orang tua, orang lumpuh dan lain sebagainya diperbolehkan untuk menaiki kendaraan. Demikian pula boleh kepulangan dari sholat yang dilakukan dengan tidak berjalan kaki. (Syekh Zakariyya al-Anshari, Asna al-Mathalib, juz 1, hal. 282).


6. Saling Mengucapkan Selamat


Selain itu, dalam suasana Hari Raya, umat Muslim dianjurkan untuk saling mengucapkan selamat saat bertemu sanak saudara.


Ucapan selamat seperti "Taqabbalallahu minna wa minkum" menjadi doa semoga Allah menerima amalan dari kedua belah pihak, sesuai dengan tradisi yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW.


Selain itu, dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah SAW berjumpa dengan hari ‘ied, satu sama lain saling mengucapkan,"Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)." (Fath Al-Bari, 2: 446)


Oleh sebab itu, jika hendak melaksanakan sholat Idul Fitri, selain memperbanyak kalimat takbir, memberikan ucapan doa kepada sanak saudara juga dianjurkan.


7 keutamaan sedekah di bulan Ramadhan berikut ini:


1. Pahala yang Berlipat Ganda


Dikutip dari laman Badan Zakat Kota Yogyakarta, dengan memberikan sedekah di bulan Ramadhan maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.


Pasalnya bersedekah di bulan Ramadhan dianggap lebih mulia dibanding hari biasanya.


Seperti diketahui bahwa jika melakukan amalan di bulan suci Ramadhan maka akan diberi pahala berlipat ganda dari Allah SWT.


Oleh sebab itu, sedekah di bulan memiliki bobot dan nilai yang lebih tinggi daripada bulan-bulan lainnya.


2. Menghapus Dosa


Rasulullah SAW menyampaikan bahwa sedekah itu memiliki kekuatan dalam menghapus dosa-dosa orang yang memberikan sedekah.


Apalagi sedekah yang dilakukan di bulan suci Ramadhan, maka orang tersebut akan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT dan membersihkan dirinya dari segala dosa-dosanya.


3. Memberi Kebahagiaan


Sedekah termasuk amalan utama karena manfaatnya bukan hanya dirasakan pemberi, tapi juga dirasakan orang lain.


Dengan memberikan sedekah di bulan suci Ramadhan, maka dapat memberikan kebahagiaan dan keberkahan bagi kehidupan seseorang.


Di sisi lain, orang yang menerima sedekah juga bahagia atas rezeki yang diberikan dari Allah lewat seseorang.


Tak hanya itu, bagi si pemberi sedekah akan diberi pahala yang berlipat ganda, dengan syarat memberikan sedekah tersebut dengan rasa ikhlas dan tulus di bulan Ramadhan.


4. Membantu Kaum yang Membutuhkan


Seringkali, bulan Ramadhan menjadi bulan dimana kebutuhan seseorang yang kurang beruntung menjadi lebih terasa.


Dengan memberikan sedekah di bulan ini, seperti halnya memberi makanan untuk berbuka atau sahur menjadi ladang amal kepada mereka yang membutuhkan.


5. Investasi Akhirat


Melansir laman BWI, dengan bersedekah tentunya akan dapat meningkatkan pahala yang dpaat dijadikan sebagai investasi di akhirat.


Dalam hal ini, memberi infak kepada orang yang membutuhkan bisa menjadi amal baik bagi yang memberi.


Hingga pada saat akhirnya tiba, amal kebaikanlah yang bisa menyelamatkan dari siksa api neraka.


6. Meningkatkan Rasa Syukur


Dengan bersedekah, manusia sebenarnya sedang diajarkan tentang arti rasa syukur.


Karena manusia mau dengan ikhlas untuk memberikan sebagian hartanya kepada orang lain.


Oleh sebab itu, sedekah dapat diartikan sebagai wujud dari rasa syukur seseorang atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.


7. Mendapat Keberkahan Rezeki


Rasulullah SAW menyampaikan bahwasannya, sedekah tidak akan mengurangi rezeki seseorang.


Akan tetapi dengan bersedekah akan menjadi keberkahan bagi kehidupan dan rezeki orang tersebut.

×