Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Respons Hasto PDIP soal Duet Anies - Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2024, Tidak Disangka

Mei 07, 2024 Last Updated 2024-05-07T07:50:41Z


Muncul wacana duet Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai bakal calon gubernur - wakil gubernur DKI Jakarta.


Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto pun merespons kemungkinan partainya mengusung Anies – Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2024.


Hasto mengatakan partainya masih mencermati nama-nama tokoh yang diusulkan untuk diusung sebagai cagub dan cawagub DKI Jakarta pada Pilkada 2024.


Hasto mengatakan hal itu menanggapi pertanyaan terkait peluang PDI Perjuangan memasangkan dua mantan gubernur DKI Jakarta yakni Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon gubernur - wakil gubernur DKI Jakarta.


"Nama-nama akan tersaring sesuai dengan usulan dari daerah-daerah. Mohon maaf, belum bisa kami sebut karena masih melakukan proses pencermatan," kata Hasto di Posko Pemenangan, Jakarta, Senin (6/5) malam.


Hasto tidak memungkiri Ahok dan Anies adalah tokoh yang diusulkan kepada PDI Perjuangan untuk diusung sebagai kepala daerah di Jakarta.


Menurut Hasto, keduanya merupakan sosok yang mencerminkan karakter Indonesia.


"Kita kan partai demokrasi yang berkarakter Indonesia, sehingga nama-nama itu diusulkan dari bawah," ujarnya.


Politisi asal Yogyakarta itu menjelaskan bahwa nama bakal calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan akan disaring melalui usulan dewan pimpinan cabang (DPC) dan dewan pimpinan daerah (DPD).


Untuk itu, saat ini proses penjaringan masih dilakukan di tingkat provinsi untuk calon gubernur dan calon wakil gubernur.


Partai berlambang banteng moncong putih itu, kata Hasto, akan terus menjaring nama-nama yang bakal diusung pada Pilkada serentak 2024.


"Nama-nama terkait dengan siapa yang jadi calon gubernur di wilayah-wilayah yang menjadi sorotan publik, seperti Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, kemudian Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Utara, termasuk Papua dan Aceh, terus dilakukan pencermatan," pungkas Hasto.


Jadwal tahapan Pilkada 2024:


1. Pada tanggal 27 Februari—16 November 2024: Pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan;


2. Pada tanggal 24 April—31 Mei 2024: Penyerahan daftar penduduk potensial pemilih;


3. Pada tanggal 5 Mei—19 Agustus 2024: Pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan;


4. Pada tanggal 31 Mei—23 September 2024: Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih;


5. Pada tanggal 24—26 Agustus 2024: Pengumuman pendaftaran pasangan calon;


6. Pada tanggal 27—29 Agustus 2024: Pendaftaran pasangan calon;


7. Pada tanggal 27 Agustus—21 September 2024: Penelitian persyaratan calon;


8. Pada tanggal 22 September 2024: Penetapan pasangan calon;


9. Pada tanggal 25 September—23 November 2024: Pelaksanaan kampanye;


10. Pada tanggal 27 November 2024: Pelaksanaan pemungutan suara; dan


11. Pada tanggal 27 November—16 Desember 2024: Penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.

×