Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sindiran Keras Prabowo ke Ganjar dan PDIP? Diminta Jadi Penonton Saja dan Tidak Mengganggu

Mei 10, 2024 Last Updated 2024-05-10T06:54:49Z


Presiden terpilih Prabowo Subianto akhirnya turun tangan saat adanya beberapa pihak yang tak mau gabung ke pemerintahannya.


Prabowo beri peringatan keras ke pihak yang tak mau kerjasama dengannya.


Hal itu disampaikan Prabowo Subianto setelah Ganjar Pranowo menyatakan tak akan gabung ke pemerintahan Prabowo.


PDIP sebagai partai yang membesarkan nama Ganjar juga berpotensi jadi oposisi.


Prabowo menyebut agar pihak-pihak yang enggan bekerjasama dengan pemerintahannya agar menjadi penonton saja. 


Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara bimtek dan rakornas pilkada PAN di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2024) malam.


Menurut Prabowo, dirinya akan berjuang bersama semua kekuatan yang mau diajak bekerja sama.


"Yang tidak mau diajak kerja sama tidak apa-apa. Kalau ada yang mau nonton di pinggir jalan, silakan jadi penonton yang baik," ujar Prabowo, dikutip Kompas.com.


"Tapi kalau sudah tidak mau diajak kerjasama, ya jangan mengganggu. Orang lagi mau kerja kok. Kita mau kerja. Kita mau kerja. Kita mau amankan kekayaan bangsa Indonesia," tambahnya.


Ia mengaku tidak ingin ada lagi orang Indonesia yang menangis karena lapar, dan masyarakat Indonesia tidak boleh tidak bisa makan.


"Saya yakin saudara tidak terima. Saya malu saya dikasih pangkat jenderal oleh rakyat. Saya dipilih oleh rakyat. Siang dan malam kita berpikir, saya berpikir, bagaimana rakyat Indonesia tidak ada yang lapar," bebernya.


Prabowo juga berpendapat bahwa di semua partai yang ada di Indonesia pasti ada orang-orang baik dan tidak baik.


Bahkan, ia juga menyebut bahwa di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pun ada orang tidak baik.


"Mari kita akui. Iya kan? Kita boleh punya jiwa korsa, tapi kita juga harus introspeksi diri,” tuturnya.


“Di Gerindra pun juga banyak yang kurang baik, banyak yang baik banyak yang kurang baik. Di semua organisasi ada yang baik dan ada yang kurang," tambahnya.


Saat ini, lanjut dia, bagaimana caranya yang baik-baik dari semua latar belakang bisa kerja sama.


“Ini pelajaran sejarah. Indonesia tidak bisa dibendung. Kecuali elite Indonesia tidak bisa atau tidak mau kerja sama. Kuncinya itu," ungkapnya.


Luhut Saran Prabowo Jangan Bawa Orang Toxic ke Kabinet


Sebelumnya diberitakan, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan pesan kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto.


Hal tersebut disampaikan Luhut dalam acara Jakarta Futures Forum di Hotel JW Marriot, Jakarta, Jumat (3/5/2024).


Saat itu, Luhut membahas prospek kerja sama antara Indonesia dengan India.


"Kepada Presiden Terpilih (Prabowo Subianto), saya katakan jangan membawa orang-orang toxic ke dalam pemerintahan Anda, karena itu akan sangat merugikan kita (Indonesia)," kata Luhut dalam pidato sambutannya.


Luhut yakin Prabowo dapat melakukan banyak hal untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik di masa depan.


Ia juga optimistis angka korupsi di Indonesia nantinya akan berkurang seiring dengan digunakannya sistem digital.


"Dan dengan digitalisasi, peluang melakukan korupsi semakin rendah," ujarnya.


Lebih lanjut, Luhut mengatakan, pemerintah Indonesia akan fokus untuk meningkatkan penilitian di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dengan belajar dari India dan China.


"Menurut saya, ini sangat penting. Kami juga belajar dari India. Kami belajar dari Tiongkok," ucap dia.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sebagai presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.


Penetapan ini dilakukan setelah gugatan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).


Hasil Pilpres 2024 ini dituangkan KPU RI dalam Keputusan Nomor 504 Tahun 2024 tentang Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Dalam Pemilu 2024.


Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraih 96.214.691 suara atau 58,59 persen dari total suara sah nasional sebanyak 164.227.475 suara dan memenuhi sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di 38 provinsi.


Penetapan dilakukan melalui sidang pleno terbuka pada Rabu (24/4/2024) di kantor KPU RI, diawali dengan penandatanganan berita acara oleh semua komisioner lembaga penyelenggara pemilu itu.


Prabowo Pertimbangan Saran LBP


Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pesan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan agar tidak membawa orang-orang toxic ke dalam pemerintahan ke depan bakal dipertimbangkan oleh presiden terpilih Prabowo Subianto.


Dasco menilai, pesan Luhut tersebut merupakan sebuah bentuk saran kepada Prabowo yang tidak perlu dipermasalahkan.


"Apa yang disampaikan menurut saya enggak ada masalah dan bisa jadi bahan pertimbangan juga oleh Pak Prabowo dalam nantinya menyusun kabinet Prabowo-Gibran," kata Dasco kepada Kompas.com, Jumat (3/5/2024).


Dasco pun menekankan bahwa hingga kini Prabowo belum memutuskan seperti apa susunan kabinet yang akan dipimpinya selama lima tahun ke depan.


Wakil ketua DPR ini lantas mengungkit banyaknya poster yang beredar terkait susunan menteri di kabinet Prabowo-Gibran dan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.


"Karena ya seperti kita tahu ini beberapa versi bermunculan soal menteri di kabinet walau kita sudah bantah bahwa belum ada yang namanya versi kabinet yang dikeluarkan resmi Pak Prabowo," jelas Dasco.


Rencana Ganjar


Rencana Ganjar Pranowo setelah kalah dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 terungkap.


Ganjar Pranowo juga menolak untuk gabung ke pemerintahan Prabowo - Gibran presiden dan wakil presiden terpilih.


Rencana baru Ganjar Pranowo itu bukan sebagai oposisi.


Hingga kini, jagoan PDIP itu tak pernah menyatakan oposisi, tapi sebagai pengontrol.


Kini Ganjar Pranowo kini membeberkan tugas barunya di PDIP.


Mantan Gubernur Jawa Tengah ini mengaku akan membantu pemenangan Pilkada 2024.


Hal itu diungkapkan Ganjar Pranowo seperti dimuat dalam live Facebook Tribunnews.com pada Rabu (8/5/2024).


Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya akan membantu kader-kader PDIP yang akan maju dalam Pilkada 2024.


Politikus PDIP ini mengaku hendak membantu kaderisasi di internal partainya.


"Kita membantu kawan-kawan menyiapkan diri di jabatan publik, kaderisasi. Nanti saya akan membantu kawan-kawan yang besok maju Pilkada," kata politikus PDIP ini.


Sementara saat ditanya soal wacana duet Ahok-Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta, Ganjar Pranowo ogah memberikan bocoran.


Menurut Ganjar, wacana itu masih jauh dari kata terwujud.


"Halah, wacana kan. Daftar dulu saja (Anies-Ahok)," kata Ganjar.


Dia juga menanyakan siapa pihak yang mulanya ingin menduetkan Anies dengan Ahok.


Namun, Ganjar tidak masalah jika Anies maupun Ahok yang merupakan kader PDIP akan maju lagi dalam Pilkada mendatang.


"Ya boleh saja," ujar mantan Gubernur Jawa Tengah itu.


"Ya enggak apa-apa, wong mau maju kok," tambahnya.


Jika Dapat Tawaran Menteri di Kabinet Prabowo, Ganjar Menolak Halus, Kembali Menjadi Rakyat Biasa


Ganjar Pranowo, capres paslon nomor urut 03 itu akan menolak jika mendapatkan tawarab di kabinet Prabowo-Gibran.


Mantan Gubernur Jateng itu akan kembali menjadi rakyat biasa.


Selain itu, ia menyebutkan, akan lebih baik tawaran kabinet tersebut diberikan kepada parpol di koalisi pengusung Prabowo-Gibran.


Calon Presiden (Capres) nomor urut 03 Ganjar Pranowo mengatakan lebih memilih


berada di luar pemerintahan dibanding mengisi jabatan menteri pada pemerintahan yang akan datang.


Ganjar menyebut, lebih memilih berada di luar pemerintahan agar mekanisme check and balance terjaga.


Salah satu tujuan utama mekanisme ini adalah menghindari pemusatan kekuasaan pada satu lembaga saja.


Dia menyampaikan terima kasih kepada pihak yang menawarkan posisi menteri terkait wacana pembentukan koalisi besar oleh parpol yang mengusung paslon 02.


Ganjar menilai tawaran posisi menteri itu lebih baik ditujukan kepada parpol yang berada di koalisi pengusung Prabowo-Gibran karena akan lebih fair.


Selain itu, cukup banyak jumlah parpol yang berada di paslon 02.


“Saya sampaikan terima kasih, lebih baik diberikan kepada pemenang untuk sebebas-bebasnya memilih dan jauh lebih baik kalau kelompok yang sudah mendukung itu yang diutamakan bukan saya, tidak fair," kata Ganjar.


"Kalau saya berada di luar mungkin itu jauh lebih baik karena check and balance pasti akan terjadi dan lebih banyak yang hebat di kelompoknya masing-masing.


Apalagi kalau kita lihat banyak sekali tim atau partai politik yang mendukung paslon, pasti juga punya harapan,” kata Ganjar di Jakarta.


Mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu menyebut, lebih ‘respect’ jika memberi keleluasaan kepada paslon pemenang Pilpres 2024 untuk menentukan kabinet dan lebih baik bila dirinya berada di luar pemerintahan agar demokrasi sehat.


Oleh karena itu, dia tetap menjalin komunikasi dengan para relawan Ganjar-Mahfud di dalam negeri dan di luar negeri untuk melakukan berbagai kegiatan.


Hal itu dilakukan untuk mewujudkan ide atau gagasan dengan memperhatikan realita yang berlangsung di tengah masyarakat.


Misalnya, relawan Ganjar-Mahfud di Amerika Serikat (AS) telah melaksanakan pendidikan politik secara rutin agar rakyat melek politik.


“Saya bilang kepada relawan, ayo politik bisa agung kalau kita punya integritas yang tinggi, punya niat baik yang sama. Politik menjadi hancur kalau kita hanya bicara kekuasaan,” katanya.


Jadi Rakyat Biasa


Ganjar menuturkan, akan kembali menjadi rakyat biasa setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengumumkan putusan atas sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (PHPU Presiden).


Dia bersama para relawan akan melakukan kegiatan berbasis komunitas di bidang pendidikan politik, lingkungan, penguatan UMKM, dan pemberdayaan masyarakat miskin melalui pendidikan.


Pada kesempatan itu, Ganjar menyampaikan pesan kepada relawan dan pemerintahan yang akan datang.


Ganjar juga berterima kasih kepada relawan pendukung Ganjar-Mahfud dan menegaskan, tidak ada perjuangan yang sia-sia.


“Tapi takdir, Allah sudah tentukan. Maka ada banyak yang bisa kita kerjakan untuk rakyat sehingga siapa pun yang ditetapkan oleh KPU dan itu menang, Oktober dia dilantik.


Berikan mereka kesempatan untuk memerintah dan kita bisa memberikan dukungan dengan cara macam-macam.


Yang baik kita dukung, yang tidak baik kita kritik dan yang berkuasa kalau dikritik telinganya enggak boleh tipis, karena itu kecintaan kita pada Republik,” pungkas Ganjar.

×