Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Akhir Perang 5 Hari Thailand-Kamboja, Gencatan Senjata Tanpa Syarat Mulai Berlaku

Juli 29, 2025 Last Updated 2025-07-29T03:57:17Z

 


Setelah lima hari perang Thailand-Kamboja yang mematikan,  pemimpin kedua negara akhirnya sepakat gencatan senjata tanpa syarat pada Senin (28/7/2025).


Perang yang dipicu sengketa perbatasan ini telah menyebabkan sedikitnya 36 orang tewas, dan lebih dari 200.000 warga terpaksa mengungsi akibat serangan artileri, roket, dan senjata api.


Gencatan senjata ini diumumkan dalam pertemuan damai yang difasilitasi oleh Malaysia.


Gencatan senjata dimulai


Pada konferensi pers yang diadakan di Putrajaya, Malaysia, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membacakan pernyataan bersama dari para pemimpin Thailand dan Kamboja.


Dalam pernyataannya, Anwar mengatakan bahwa kedua negara sepakat untuk gencatan senjata tanpa syarat yang mulai berlaku pada Senin tengah malam waktu setempat.


"Ini adalah langkah awal yang sangat penting menuju de-eskalasi dan pemulihan perdamaian serta keamanan," kata Anwar, yang didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet.


Anwar juga menyebutkan bahwa pertemuan antara komandan militer dari kedua negara akan dilakukan pada Selasa (29/7/2025).


Sementara, pertemuan lintas batas antara kedua negara dijadwalkan pada 4 Agustus di Kamboja.


Walaupun gencatan senjata telah diumumkan, laporan dari AFP yang diterima di kota Samraong, Kamboja, masih terdengar dentuman artileri.


Kota itu berjarak sekitar 17 kilometer dari perbatasan Thailand-Kamboja.


Baku tembak jelang kesepatakan


Menjelang kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat, militer Thailand-Kamboja saling melepaskan tembakan dan tuduhan.


Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, mengatakan bahwa itu adalah “hari kelima Thailand telah menginvasi wilayah Kamboja dengan senjata berat dan pengerahan banyak pasukan.”


Sementara itu, saat berangkat dari bandara Bangkok, Phumtham mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak percaya Kamboja “bertindak dengan itikad baik.”


Namun, setelah pembicaraan yang dimediasi oleh Anwar sebagai ketua blok ASEAN yang menaungi Thailand dan Kamboja, Phumtham menyerukan agar gencatan senjata “dilaksanakan dengan itikad baik oleh kedua pihak.”


“Thailand memilih penyelesaian damai, sambil tetap melindungi kedaulatan dan nyawa rakyat kami,” ujarnya.

×