Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

dr Tifa Bongkar Fakta Baru Soal Hubungan dengan Roy Suryo & Rismon: “Ada Pihak yang Mulai Panik!”

November 27, 2025 Last Updated 2025-11-27T04:02:12Z



Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa kembali angkat bicara terkait dinamika hubungannya dengan Rismon Sianipar dan pakar telematika Roy Suryo pada Rabu (26/11/2025). Ia menegaskan bahwa ketiganya masih solid, meski sejumlah pihak berupaya menghembuskan isu perpecahan setelah mereka ditetapkan sebagai tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.


Menurut dr Tifa, sejak status hukum mereka diumumkan pada 7 November 2025, dukungan masyarakat justru meningkat drastis. Dalam pernyataannya melalui akun X pribadi, ia menyebut gelombang dukungan itu “seperti banjir” dan terus meluas.


Isu Retaknya RRT dan Pihak yang Disebut Mulai Panik


dr Tifa mengaku sadar bahwa ada pihak yang sengaja menebarkan isu bahwa dirinya, Roy Suryo, dan Rismon Sianipar (RRT) telah terpecah. Namun, ia menegaskan isu tersebut tidak benar.


“Karena pihak mereka panik itulah maka RRT diisukan pecah,” tulisnya.


Ia tidak merinci pihak mana yang dimaksud, namun menegaskan bahwa ketiganya tetap bekerja bersama dan tidak mengalami perpecahan seperti yang digembar-gemborkan.


Penjelasan Soal Tim Kuasa Hukum


Dalam kesempatan yang sama, dr Tifa juga mengklarifikasi soal dinamika dalam pendampingan hukum. Ia menjelaskan bahwa sejak Juni 2025, dirinya sudah tidak lagi menjadi klien Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis (TAAKAA) setelah berpisah dengan pengacara Ahmad Khozinudin.


Ia kemudian membentuk tim hukum pribadi bernama Tim Pembela dr Tifa, yang beranggotakan 34 pengacara. Ketika pada Juli 2025 status mereka naik menjadi terlapor, Roy Suryo dan Rismon disebut bergabung. Dari situ, tim tersebut berubah nama menjadi Tim Pembela Penegak Keadilan (Tim PPK).


Dengan struktur baru itu, dr Tifa menjelaskan susunan pendampingan hukum sebagai berikut:


Roy Suryo: didampingi dua tim hukum (TAAKAA dan PPK).


Rismon Sianipar: awalnya dua tim, namun mencabut kuasa dari TAAKAA pada November 2025, sehingga kini hanya bersama PPK.


dr Tifa: hanya didampingi Tim PPK.


“Jadi RRT tidak pernah pecah. RRT insyaAllah selalu solid,” tegasnya.


Klaim Ancaman dan Teror terhadap Keluarga


Dalam wawancara podcast bersama Bambang Widjojanto, dr Tifa juga mengungkap pengalaman teror yang ia dan keluarganya alami. Ia mengklaim kartu tanda mahasiswa milik anaknya pernah disebarkan secara tidak bertanggung jawab. Bahkan, foto kamar anaknya yang tinggal di apartemen sempat dikirim oleh pihak tak dikenal.


“‘Ini kamarnya anakmu ya,’ tertanda juru tikam. Seram sekali,” ujarnya.


Menurut dr Tifa, insiden itu terjadi pada masa ketika perdebatan di ruang digital masih dikuasai kelompok yang ia sebut sebagai “termul”—istilah yang digunakan pihak kontra-Jokowi untuk merujuk pada pendukung Jokowi.


Ia menyebut situasi kini telah berubah, dengan klaim bahwa kepercayaan publik terhadap mereka mencapai 93 persen.


Tegaskan Kompetensi Analisis Wajah


dr Tifa turut menjawab keraguan penyidik soal kompetensinya melakukan analisis wajah Presiden Jokowi. Ia menyebut analisis itu sah dilakukan karena berlandaskan ilmu kedokteran, terutama anatomi, fisiologi, dan behavioural science.


Ia juga mengaku memiliki kompetensi lanjutan melalui tiga bidang ilmu:


Assessment at Distance


Facial Action Coding System


Leadership Trait Analysis


Menurutnya, ketiga pendekatan itu ia gunakan untuk menilai konsistensi perilaku Jokowi, yang kemudian ia tuangkan dalam buku Jokowi’s White Paper.

×