Kasus pemalsuan dokumen yang menjerat tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia memasuki babak baru. Dalam laporan resmi Komite Banding FIFA, terungkap bahwa salah satu pemain secara tidak sengaja mengakui bahwa sang nenek tidak berasal dari Malaysia, berlawanan dengan dokumen yang diajukan ke federasi.
FIFA sebelumnya telah menjatuhkan sanksi skorsing 12 bulan serta denda kepada ketujuh pemain karena dianggap melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga terkena denda sebagai pihak yang mengajukan dokumen kelayakan pemain.
Pemain Keceplosan Soal Asal Nenek
Dalam laporan wawancara lengkap yang dirilis FIFA, salah satu pemain—yang diidentifikasi sebagai “Pemain 1”—mengalami momen yang dianggap krusial oleh Komite Banding. Pemain tersebut awalnya menyebut bahwa neneknya lahir di Spanyol, sebelum buru-buru mengoreksi menjadi Malaysia.
Pernyataan tersebut memicu keraguan besar karena dokumen keturunan merupakan basis utama naturalisasi.
FIFA mencatat perkataan asli sang pemain:
“Kakek saya lahir di Venezuela dan nenek saya di Spanyol—maksud saya Malaysia, maaf.”
Pemain itu juga tidak dapat menunjukkan salinan dokumen keluarga yang sebelumnya diserahkan kepada agen. Akibatnya, FIFA hanya bisa memverifikasi tiga dokumen:
Akta kelahiran nenek atas nama Maria Belen Concepcion Martin (1956),
Dokumen yang didapatkan FIFA melalui administrasi internal,
Akta kelahiran versi Malaysia.
Dalam laporan setebal 64 halaman tersebut, FIFA mengungkap bahwa Pemain 1 merujuk pada Gabriel Palmero.
Bukan Kejadian Pertama: Kasus Garces Juga Serupa
Ini bukan kali pertama pemain naturalisasi Malaysia tersandung ucapan spontan soal garis keturunan. Pada Agustus 2025, bek Deportivo Alaves, Facundo Garces, juga menuai kontroversi setelah menyebut darah Malaysia miliknya berasal dari buyut, bukan kakek-nenek.
Dalam wawancara dengan El Correo, Garces mengatakan:
“Karena kakek buyut saya keturunan Malaysia.”
Pernyataan tersebut memicu polemik karena aturan FIFA mensyaratkan keturunan maksimal pada kakek atau nenek untuk proses naturalisasi. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, pemain harus tinggal minimal lima tahun di negara yang ingin dibela.
Garces kemudian mengklarifikasi lewat Instagram Story, menyebut ucapan itu hanyalah kesalahan transkrip dan memastikan keturunan Malaysia-nya berasal dari pihak kakek-nenek.
Kasus Pemalsuan Dokumen Kian Memanas
Pengakuan yang bertentangan, dokumen keluarga yang tidak bisa dibuktikan, serta koreksi mendadak soal asal keturunan membuat kasus naturalisasi Malaysia semakin disorot dunia sepak bola.
FIFA menegaskan bahwa seluruh temuan ini berpengaruh pada keputusan hukuman dan menjadi pertimbangan penting dalam proses banding.

