Peluang Persib Bandung untuk merebut gelar Super League 2025/2026 semakin menipis. Tim berjuluk Maung Bandung itu harus menghadapi kenyataan bahwa Borneo FC tampil terlalu perkasa musim ini.
Hingga pekan ke-12, Borneo FC kokoh di puncak klasemen dengan raihan sempurna, yaitu 30 poin dari 10 laga. Artinya, pasukan Fabio Lefundes berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan.
Persaingan di papan atas kini semakin ketat, tetapi dominasi Pesut Etam membuat mereka sulit dikejar. Persija Jakarta menempati posisi kedua dengan selisih tujuh poin, sementara Persib Bandung masih bertengger di peringkat keempat dengan koleksi 19 poin.
Meski demikian, performa Persib mulai menunjukkan peningkatan positif. Dalam tiga pertandingan terakhir, skuad asuhan Bojan Hodak sukses mencatat tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
Rinciannya, Persib menang 3-0 atas PSBS Biak, 2-0 melawan Persis Solo, dan 1-0 menghadapi Bali United. Catatan impresif ini menjadi sinyal kebangkitan Maung Bandung, meski jarak dengan puncak klasemen masih cukup jauh.
Sementara itu, laman statistik sepak bola Footy Rankings menilai Borneo FC sebagai kandidat terkuat juara Super League 2025/2026. Menurut data mereka, peluang Borneo FC menjuarai kompetisi mencapai 80 persen, disusul Persib Bandung dengan 14 persen.
“Proyeksi Indonesia Super League 2025-2026: Borneo FC menang 10 kali dari 10 pertandingan dan 80 persen memenangkan gelar. Persib 14 persen,” tulis Footy Rankings melalui akun X mereka.
Selain memprediksi juara, Footy Rankings juga menyoroti tim-tim yang berpotensi terdegradasi. Semen Padang, Persijap Jepara, dan Persis Solo disebut sebagai tiga tim dengan peluang terbesar untuk turun kasta.
Peluang Semen Padang terdegradasi mencapai 83 persen, disusul Persijap Jepara (64 persen), dan Persis Solo (61 persen).
Jika tren ini berlanjut, bukan tak mungkin Borneo FC akan mengunci gelar lebih cepat, sementara Persib Bandung harus bekerja keras untuk setidaknya menjaga asa finis di zona tiga besar.

