Kamis (27/11/2025) menjadi hari yang tak terlupakan bagi warga Perumahan Luminpark Cluster, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Sejak dini hari, hujan deras mengguyur tanpa henti hingga akhirnya memicu banjir besar yang merendam puluhan rumah mewah di kawasan tersebut.
Air bah datang secara tiba-tiba sekitar pukul 06.00 WIB, menghantam perumahan dengan ketinggian mencapai lebih dari 2 meter. Isal, satpam perumahan yang tengah berjaga, menjadi salah satu saksi sekaligus korban dari derasnya arus yang mengepung posnya.
Bergelantung di Atap Pos untuk Bertahan Hidup
Isal menuturkan bahwa sekitar pukul 03.00 WIB, kondisi masih aman dan tidak terlihat tanda-tanda air besar. Namun hanya dalam hitungan jam, banjir bandang datang begitu cepat.
“Air langsung deras. Saya spontan memanjat dan bergelantung di atap pos satpam supaya tidak terseret,” ujarnya dengan tubuh masih basah berlumpur.
Isal bercerita, selama beberapa jam ia harus bertahan dengan kondisi kaki terendam air dan tubuh menggigil. Tangan terus mencengkeram atap pos agar tidak kehilangan pegangan di tengah hantaman arus kuat yang mengalir dari arah sungai.
Sekitar pukul 08.00 WIB, air perlahan surut dan Isal akhirnya dapat turun serta menyelamatkan diri dalam kondisi lemas dan terengah-engah.
Mobil Hanyut, Rumah Mewah Berubah Warna
Ketika kondisi mulai memungkinkan, warga satu per satu keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Banyak di antara mereka menemukan mobilnya sudah hanyut atau terseret ke berbagai sudut perumahan. Bahkan beberapa mobil terlihat menimpa kendaraan lain akibat derasnya arus.
Rumah-rumah mewah yang awalnya berwarna putih kini berubah menjadi cokelat karena tebalnya lumpur. Jalanan dipenuhi sisa lumpur dan sampah bawaan banjir, membuat warga harus berjibaku membersihkan halaman dan teras rumah sejak pagi.
Tak hanya itu, sejumlah tembok pembatas rumah ikut jebol dan hanyut terbawa arus kuat.
Tidak Ada Korban Jiwa di Luminpark, Namun Dua Meninggal di Komplek Sebelah
Meski Luminpark Cluster mengalami kerusakan signifikan, Isal memastikan tidak ada korban jiwa dari kawasan tersebut. Namun di komplek tetangga, banjir bandang merenggut dua nyawa, yaitu seorang ayah dan anak.
Sementara itu, salah satu penghuni Luminpark bernama Diki mengaku terkejut saat bangun tidur dan mendapati air sudah masuk ke rumahnya.
Hujan Masih Mengguyur, Warga Tetap Waspada
Saat dicek pada pukul 11.24 WIB, hujan masih turun deras di lokasi. Air masih mengalir, membuat warga harus tetap waspada. Banyak dari mereka masih fokus membersihkan rumah dan memastikan tidak ada kerusakan lanjutan.
Isal berharap cuaca segera membaik agar bencana serupa tidak kembali terjadi.

