Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tragedi Longsor Cibeunying: Ayah Ditemukan Menggendong Dua Anaknya Saat Berusaha Selamat

November 17, 2025 Last Updated 2025-11-17T07:56:58Z



Peristiwa longsor yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu (15/11/2025), menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Salah satu kisah paling menyayat hati datang dari keluarga Dani Setiawan (29), warga Dusun Cibuyut, yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.


Dani ditemukan meninggal dunia bersama istrinya, Satini (28), serta dua anak mereka, Rizky Pratama Ramdhan (9) dan Febriansyah (5). Empat jenazah itu ditemukan di luar rumah mereka, diduga dalam keadaan berusaha menyelamatkan diri dari terjangan longsor.


Paman korban, Supriadi, mengisahkan momen memilukan saat evakuasi. Ia melihat jasad Dani dalam posisi menggendong kedua anaknya.

“Posisi lagi menggendong anak dua. Begitu dievakuasi, bapaknya memeluk mereka,” ujar Supriadi saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (16/11/2025).


Menurutnya, longsor terjadi sangat cepat, hanya dalam waktu sekitar dua menit dari titik atas bukit. Kondisi itu membuat keluarga Dani tak sempat menyelamatkan diri lebih jauh. Satini ditemukan sekitar satu meter dari lokasi Dani dan anak-anaknya.


Orangtua Selamat Berkat Firasat Buruk


Dalam kejadian ini, orangtua Supriadi yang tinggal di rumah bersebelahan dengan keluarga Dani justru selamat. Miharto (90), ayah Supriadi, memilih mengungsi lebih awal ke rumah kerabat setelah melihat tanda-tanda mencurigakan di area atas bukit.


“Sejak sore bapak sudah mengungsi karena ada peringatan soal retakan. Katanya firasatnya tidak enak,” jelas Supriadi.

Saat itu, kedua cucunya—Rizky dan Febriansyah—hanya melihat kakeknya pergi tanpa mengetahui bahaya besar yang mengancam.


Dikenang sebagai Sosok Baik


Kisah duka ini juga dirasakan oleh kerabat lainnya. Ratno, salah satu anggota keluarga besar, mengenang Dani sebagai sosok pekerja keras dan mudah membantu orang lain.


“Orangnya baik. Kerjanya serabutan, juga anggota linmas. Kalau ada hajatan warga, dia yang sering bantu menjaga,” kata Ratno. Sementara itu, Satini dikenal sebagai ibu rumah tangga yang ramah.


Tragedi longsor ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi warga Cibeunying. Hingga kini, proses penanganan dan pemantauan kondisi tanah terus dilakukan pemerintah daerah untuk mencegah kejadian serupa. v

×