Bencana longsor terjadi di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan enam orang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor dari bukit di kaki Gunung Burangrang.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyampaikan bahwa data korban masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pencarian yang masih berlangsung.
“Data terbaru saat ini ada enam orang meninggal dunia, namun pendataan masih terus bergerak,” kata Nur Awaludin.
Enam korban meninggal dunia diketahui bernama Sunarya, Jajang, Nining, Enur, Aah, dan Rahmat. Mereka ditemukan dalam kondisi tertimbun material tanah dan bebatuan akibat longsor yang terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur.
Berdasarkan data sementara, total terdapat 111 warga yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 21 orang dilaporkan selamat, sementara 84 warga lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Selain korban jiwa, longsor juga menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga. Sedikitnya 30 rumah dilaporkan tertimbun tanah dan material longsor, sehingga tidak dapat dihuni.
Para korban selamat saat ini mendapatkan penanganan medis dan bantuan di dua lokasi, yakni Puskesmas Pasirlangu serta kantor Desa Pasirlangu yang dijadikan posko utama penanganan darurat.
Untuk mengantisipasi longsor susulan, warga yang tinggal dalam radius 100 meter dari lokasi kejadian telah dievakuasi dan diungsikan. Sebagian besar pengungsi saat ini berada di kantor Desa Pasirlangu.
“Sebagian warga yang berada di radius 100 meter masih mengungsi. Namun, fokus pengungsian akan diprioritaskan bagi warga yang rumahnya terdampak langsung,” ujar Nur Awaludin.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan pengawasan ketat dari posko utama, mengingat kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil.

