Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prancis Tolak Boikot Piala Dunia 2026 Meski AS Ingin Caplok Greenland

Januari 22, 2026 Last Updated 2026-01-22T10:47:54Z



Isu boikot Piala Dunia 2026 mencuat di Eropa seiring memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Wacana boikot muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginan untuk mencaplok Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah kekuasaan Denmark.


Amerika Serikat sendiri menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko. Situasi politik tersebut memicu desakan dari sejumlah pihak di Eropa agar turnamen sepak bola terbesar dunia itu diboikot sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Washington.


Ajakan Boikot Menguat di Eropa


Seruan boikot Piala Dunia 2026 semakin kencang setelah Amerika Serikat juga menerapkan larangan visa terhadap sejumlah negara. Kebijakan itu berdampak langsung pada calon peserta Piala Dunia, termasuk Senegal dan Pantai Gading.


Meski tim dan staf kedua negara masih diizinkan masuk ke Amerika Serikat, para suporter dilarang hadir langsung di stadion. Kondisi tersebut dinilai mencederai semangat inklusivitas dan sportivitas Piala Dunia.


Menteri Olahraga Prancis Tegas Menolak Boikot


Di tengah wacana tersebut, Menteri Olahraga Prancis Marina Ferrari menegaskan bahwa pemerintah Prancis tidak berniat memboikot Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikannya untuk meredam spekulasi yang berkembang di publik.


“Saat ini, kementerian tidak memiliki keinginan untuk memboikot kompetisi besar yang sangat dinantikan ini,” ujar Ferrari, dikutip dari ESPN.

Ia menambahkan, “Meskipun demikian, saya tidak menghakimi apa yang mungkin terjadi.”


Pernyataan ini menegaskan sikap resmi pemerintah Prancis yang memilih memisahkan isu olahraga dari konflik geopolitik internasional.


Tekanan Politik dari Parlemen Prancis


Meski pemerintah menolak boikot, tekanan politik tetap muncul dari dalam negeri. Anggota parlemen sayap kiri Eric Coquerel secara terbuka menyatakan bahwa Prancis seharusnya ikut memboikot Piala Dunia 2026.


Menurutnya, kebijakan Amerika Serikat telah melampaui batas hukum internasional.

“Serius, bisakah kita benar-benar membayangkan bermain di Piala Dunia sepak bola di negara yang menyerang ‘tetangganya’, mengancam Greenland, merusak hukum internasional, dan ingin menghancurkan PBB?” tulis Coquerel di media sosial.


Ia juga mengusulkan agar penyelenggaraan Piala Dunia 2026 difokuskan hanya di Meksiko dan Kanada, tanpa melibatkan Amerika Serikat.


Piala Dunia 2026 di Tengah Ketegangan Global


Wacana boikot ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi Piala Dunia 2026, mulai dari isu politik, keamanan, hingga kebijakan imigrasi. Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi dari federasi sepak bola Eropa terkait langkah boikot terhadap turnamen tersebut.

×