-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Saksi Ungkap Kondisi Penemuan Mayat Perempuan dan Anak di Longsor Pasirlangu Bandung Barat

Januari 29, 2026 Last Updated 2026-01-29T10:56:25Z



Frederick Sinaga (30), seorang relawan, menjadi saksi langsung penemuan dua jenazah korban longsor, masing-masing seorang perempuan dan anak, di area longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa (27/1/2026).


Kedua jenazah ditemukan dari balik timbunan lumpur dalam kondisi tergeletak setengah meringkuk dengan jarak yang tidak terlalu jauh satu sama lain.


“Iya, satu perempuan dan satu anak-anak, kayak posisi tidur tapi kakinya agak nekuk,” ujar Frederick saat ditemui di lokasi longsor, Rabu (28/1/2026) siang.


🚑 Proses Evakuasi Berjalan Lancar


Frederick bersama puluhan relawan lain yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak cepat dan terorganisir membentuk formasi evakuasi. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah secara perlahan sebelum dimasukkan ke dalam kantung jenazah.


Proses evakuasi disebut berjalan lancar. Para petugas dan relawan mengangkat kantung jenazah secara estafet hingga akhirnya dimasukkan ke ambulans untuk dibawa ke Posko Tim DVI Polri.


Frederick memastikan kondisi kedua jenazah ditemukan dalam keadaan utuh.


“Utuh, pakai dua kantung jenazah,” katanya.


🤝 Relawan Datang dari Semarang


Frederick diketahui datang dari Semarang, Jawa Tengah, bersama rekan-rekannya dari Komunitas Relawan Independen. Sejak terjun ke lokasi pada Senin (26/1/2026), ia telah terlibat langsung dalam proses evakuasi tiga jenazah korban longsor.


“Sudah tiga, yang ikut ngangkut langsung yang kemarin perempuan dan anak-anak. Semoga cepat ketemu semua, kita juga sedih kemarin melihat keluarganya nangis histeris,” tutur Frederick.


⚠️ Basarnas Waspadai Longsor Susulan


Sementara itu, Basarnas mengonfirmasi adanya potensi longsor susulan yang mengancam wilayah Desa Pasirlangu. Curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat menyebabkan genangan air di mahkota longsor Gunung Burangrang, yang berisiko memicu runtuhan lanjutan.


“Yang kami khawatirkan, cuaca hujan ringan sampai lebat mengakibatkan genangan air di mahkota longsor. Hal ini bisa memicu terjadinya longsor susulan,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, di Posko Basarnas Pasirlangu, Rabu (28/1/2026).


🌧️ Kondisi Tanah Sangat Labil


Ade menjelaskan, kondisi kontur tanah di titik mahkota longsor saat ini sangat labil, terutama ketika terus diguyur hujan. Tingginya risiko tersebut membuat tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian korban di titik tertentu.


Keputusan penghentian sementara ini diambil berdasarkan hasil asesmen lapangan, yang menunjukkan stabilitas tanah semakin memburuk akibat hujan yang turun sejak pagi hari.

×