-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indonesia Belum Bayar Iuran Board of Peace Bentukan Trump, Seskab Teddy: Tidak Bersifat Wajib

Februari 06, 2026 Last Updated 2026-02-06T04:29:31Z



Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Indonesia hingga kini belum membayar iuran ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace, forum internasional yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.


“Saat ini, Indonesia belum membayar,” ujar Teddy dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).


Teddy menjelaskan, iuran dalam Board of Peace tidak bersifat wajib. Dana sebesar 1 miliar dolar AS yang ditawarkan kepada negara anggota diperuntukkan bagi rekonstruksi Gaza pascakonflik.


Ia menambahkan, negara yang memilih membayar iuran akan memperoleh status anggota tetap. Sementara itu, negara yang tidak membayar tetap dapat bergabung, namun keanggotaannya dibatasi selama tiga tahun.


“Negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, keanggotaannya berlangsung selama tiga tahun,” jelas Teddy.


Menurutnya, keanggotaan dalam Dewan Perdamaian juga tidak mengikat secara permanen. Indonesia, kata dia, memiliki kewenangan penuh untuk menarik diri kapan saja jika dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional.


Saat ini, Indonesia resmi tergabung bersama tujuh negara mayoritas Muslim lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Pakistan.


Teddy menegaskan, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace merupakan langkah konkret pemerintah untuk berperan aktif dalam upaya mengurangi konflik di Palestina.


“Bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” tegasnya.


Diplomasi Era Prabowo Diarahkan pada Hasil Nyata


Dalam kesempatan yang sama, Teddy juga menyampaikan bahwa kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto menekankan pada pencapaian yang nyata dan berdampak langsung bagi Indonesia.


Penekanan tersebut, kata Teddy, disampaikan langsung Presiden Prabowo saat bertemu mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, akademisi hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Merdeka pada 4 Februari 2026.


Sejumlah capaian strategis yang disoroti antara lain bergabungnya Indonesia ke BRICS, yang beranggotakan negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia seperti Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India.


Selain itu, Indonesia juga berhasil mencapai kesepakatan tarif dagang nol persen dengan 27 negara Uni Eropa, serta rencana pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi.


Teddy turut menyebut partisipasi Indonesia dalam perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi Amerika Serikat sebagai pencapaian penting dalam diplomasi global.


“Indonesia ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pascapenandatanganan, jumlah konflik dan korban telah berkurang secara signifikan,” pungkasnya.

×