-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Israel Siap Serang Iran Secara Sepihak, Program Rudal Balistik Disebut Ancaman Eksistensial

Februari 09, 2026 Last Updated 2026-02-09T07:55:06Z



Pejabat pertahanan Israel dilaporkan telah memberi tahu Amerika Serikat bahwa program rudal balistik Iran merupakan ancaman eksistensial bagi keamanan Israel. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber pertahanan Israel kepada Jerusalem Post, sebagaimana dilaporkan pada Ahad (8/2/2026).


Dalam laporan tersebut, Israel disebut tengah bersiap melancarkan serangan sepihak terhadap Iran, meskipun perundingan nuklir antara Washington dan Teheran masih berlangsung. Langkah ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran Israel terhadap perkembangan kemampuan militer strategis Iran.


Menurut sumber di lingkungan pejabat pertahanan Israel, dalam beberapa pekan terakhir pembahasan di Tel Aviv berfokus pada upaya melucuti kemampuan rudal Iran, termasuk menghancurkan infrastruktur produksi rudal balistik. Para pejabat militer Israel juga membicarakan konsep operasi militer yang bertujuan melemahkan program tersebut melalui serangan terhadap fasilitas-fasilitas penting.


"Kami memberi tahu Amerika bahwa kami akan menyerang sendiri jika Iran melewati garis merah yang telah kami tetapkan terkait rudal balistik," ujar salah satu sumber pertahanan Israel.


Meski demikian, Israel disebut belum menetapkan ambang batas pasti terkait kapan tindakan militer akan dilakukan. Pemerintah Israel saat ini terus memantau perkembangan situasi di dalam negeri Iran sambil menegaskan bahwa mereka memiliki kebebasan penuh untuk bertindak.


Pejabat tersebut menekankan bahwa Israel tidak akan membiarkan Iran memiliki sistem persenjataan strategis dalam skala yang dapat mengancam keberadaan negara Israel.


Seorang pejabat militer Israel lainnya menggambarkan situasi saat ini sebagai sebuah “kesempatan bersejarah” untuk melancarkan serangan signifikan terhadap infrastruktur rudal Iran, sekaligus menetralisasi ancaman aktif terhadap Israel dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.


Di kalangan kepemimpinan militer Israel juga muncul kekhawatiran bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemungkinan memilih model serangan terbatas, seperti yang diterapkan terhadap kelompok Houthi di Yaman. Skema tersebut dikhawatirkan tidak menyentuh kemampuan pertahanan krusial Iran.


"Kekhawatirannya adalah dia (Trump) mungkin akan memilih beberapa target, mendeklarasikan keberhasilan serangan, lalu meninggalkan Israel berurusan dengan dampak buruknya, seperti yang terjadi dengan Houthi," ujar sumber tersebut.


Sementara itu, di tubuh Israel Defense Forces (IDF), Brigadir Jenderal Omer Tishler, yang dijadwalkan akan menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara Israel, disebut akan mendampingi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam kunjungan ke Washington pada pekan ini.


Pertemuan antara delegasi Israel dan pemerintah Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada Rabu (11/2/2026), dan diperkirakan akan membahas isu keamanan regional, termasuk program rudal Iran.

×