-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Darah Tinggi, Nomor 3 Sering Tak Disadari

Februari 05, 2026 Last Updated 2026-02-05T07:07:10Z



Darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal. Tekanan darah normal orang dewasa umumnya berada di angka 120/80 mmHg, sementara seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya mencapai atau melebihi 140/90 mmHg secara berulang.


Hipertensi kerap disebut sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Banyak penderita baru menyadari kondisinya setelah muncul komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, hingga gangguan penglihatan.


Berbagai faktor dapat memicu hipertensi, mulai dari pola makan tinggi garam, obesitas, kurang aktivitas fisik, faktor usia, genetik, hingga kondisi emosional tertentu. Dikutip dari Alodokter, stres dan kecemasan juga dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai hipertensi jas putih (white coat hypertension), yaitu peningkatan tekanan darah saat pemeriksaan medis.


Salah satu cara penting untuk mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi adalah dengan menjaga pola makan. Mengutip Halodoc, berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita hipertensi.


1. Garam


Penderita hipertensi perlu sangat membatasi konsumsi garam atau natrium. Garam dapat menyebabkan tubuh menahan cairan, sehingga volume darah meningkat dan tekanan darah naik.


Untuk penderita hipertensi, asupan natrium disarankan tidak lebih dari 1.500 miligram per hari, atau setara dengan sekitar satu sendok teh garam.


2. Acar


Sekilas, acar terlihat sehat karena berasal dari sayuran seperti timun dan wortel. Namun, proses pembuatannya menggunakan garam dalam jumlah besar sebagai pengawet.


Timun dalam acar dapat menyerap garam seperti spons, sehingga kandungan natriumnya sangat tinggi. Konsumsi berlebihan dapat memperparah kondisi tekanan darah tinggi.


3. Tomat Kalengan


Produk olahan seperti tomat kalengan atau saus siap pakai sering kali mengandung natrium tersembunyi. Sebagai contoh, satu kaleng saus marinara seberat 135 gram dapat mengandung sekitar 566 miligram natrium.


Jumlah tersebut tergolong tinggi, apalagi jika dikombinasikan dengan makanan lain yang juga asin. Untuk pilihan lebih aman, pilih produk berlabel rendah natrium atau buat saus tomat sendiri dari bahan segar.


4. Kulit Ayam


Kulit ayam mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang cukup tinggi, terlebih jika diolah dengan cara digoreng. Jenis lemak ini dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.


5. Daging Olahan


Sosis, nugget, kornet, dan berbagai daging olahan lainnya umumnya mengandung natrium tinggi yang berfungsi sebagai pengawet dan penambah rasa.


Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan asin lain seperti keju, saus, atau acar, total asupan natrium harian bisa melonjak drastis dan memperburuk kondisi hipertensi.


Kesimpulan


Mengontrol tekanan darah tinggi tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga perubahan gaya hidup dan pola makan. Mengurangi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan makanan olahan merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi hipertensi di kemudian hari.

×